25.8 C
Manokwari
Minggu, Februari 22, 2026
25.8 C
Manokwari
More

    Susun RPJMD 2025–2029, Pemkab Mansel Libatkan Akademisi hingga Tokoh Masyarakat

    Published on

    MANSEL, LinkPapua.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan (Pemkab Mansel) mulai menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

    Dalam prosesnya, Pemkab melalui Bapelitbang melibatkan berbagai elemen, mulai dari akademisi, pimpinan OPD, hingga tokoh masyarakat melalui forum konsultasi publik yang digelar di Aula Srikandi, Distrik Ransiki, Kamis (12/6/2025).

    Kegiatan ini dibuka Asisten III Setda Mansel, Eli DK Sembor, mewakili Bupati Mansel. Dalam sambutannya, Eli menegaskan pentingnya konsultasi publik untuk menyerap aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan guna memastikan RPJMD yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan arah pembangunan daerah.

    Baca juga:  Hermus ajak Warga Flobamora ikut membangun Manokwari

    Menurutnya, RPJMD harus memuat arah kebijakan, strategi, serta program pembangunan daerah lima tahun ke depan. Dokumen nantinya juga harus selaras dengan visi-misi Bupati dan Asta Cita yang merupakan prioritas pembangunan nasional.

    “Untuk itu, diharapkan kepada setiap masyarakat dan pimpinan OPD dapat memberikan masukan dan saran dalam penyusunan RPJMD dimaksud,” ujarnya.

    Baca juga:  Polemik Hak Ulayat Pasar Padarni, Pemda Klaim Sudah Selesai

    Sementara itu, Ketua Tim Penyusun RPJMD dari Universitas Papua (Unipa), Prof Jonni Marwa menjelaskan bahwa konsultasi publik ini menjadi ruang partisipatif bagi masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan perangkat daerah.

    Menurutnya, ,asukan konstruktif sangat dibutuhkan, baik berupa data, informasi, maupun tanggapan terhadap draf awal yang telah disusun. Hal itu disebut penting agar RPJMD benar-benar menjadi dokumen yang membumi dan dapat diimplementasikan secara nyata.

    Baca juga:  Hermus Indou Daftar di NasDem: Kita Ingin Koalisi Lanjut

    Dia juga menyoroti perlunya fokus pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, keterbatasan fiskal menjadi tantangan utama yang harus diatasi dengan mengoptimalkan potensi lokal, agar ketergantungan terhadap dana transfer pusat dapat dikurangi.

    “Perlu perangkat daerah yang ada melihat potensi tersebut untuk dimasukkan dalam program kegiatan dan sub kegiatan dimaksud,” katanya. (*/red)

    Latest articles

    Bupati Pegaf Ultimatum ASN Tinggal di Luar Daerah: Segera Pindah atau...

    0
    PEGAF, LinkPapua.id - Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) Dominggus Saiba memberikan ultimatum kepada aparatur sipil negara (ASN) yang masih tinggal di luar daerah. Para pegawai...

    Warga Dikejutkan Penemuan Mayat Pria di Bakaro

    More like this

    Bupati Pegaf Ultimatum ASN Tinggal di Luar Daerah: Segera Pindah atau Gaji Ditahan!

    PEGAF, LinkPapua.id - Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) Dominggus Saiba memberikan ultimatum kepada aparatur sipil...

    Polda Papua Barat Intensifkan Strong Point Jelang Berbuka Puasa

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Polda Papua Barat mengintensifkan kegiatan Strong Point sore hari dalam rangka Operasi...

    Puluhan Pelajar di Fakfak Ikuti Binlat Seleksi Penerimaan Polri Terpadu 2026

    FAKFAK, Linkpapua.id– Puluhan pelajar di Kabupaten Fakfak mengikuti kegiatan pembinaan dan latihan (binlat) sebagai...