Dinkes Mansel Dorong Pemanfaatan RSUD Elias Waran sebagai Rujukan

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, mendorong masyarakat memanfaatkan RSUD Elias Waran sebagai rumah sakit rujukan. Rumah sakit tersebut dinilai penting untuk mendukung layanan rujukan dari puskesmas yang ada di wilayah Mansel.

Hal itu disampaikan Kabid SDMK Dinkes Mansel, Derek Rumbarar, dalam pertemuan lintas sektor di Puskesmas Tahota, Kampung Yarmatum, Distrik Tahota, Jumat (1/8/2025). Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pihak puskesmas dan sejumlah stakeholder terkait.

Derek menegaskan, kerja sama antara Dinkes dan puskesmas sangat penting demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menilai kolaborasi lintas sektor harus terus dijaga dan diperkuat.

Baca juga:  283 Personil Kepolisian Amankan Debat Kedua Pilgub Papua Barat

“Kolaborasi bersama masyarakat harus dijaga agar pelayanan bisa berjalan lancar dan masyarakat merasakan manfaat kehadiran kita,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Dinkes Mansel sudah memiliki RSUD Elias Waran sebagai rumah sakit rujukan resmi. Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkannya secara maksimal untuk keperluan pengobatan lanjutan.

“Dengan memanfaatkan rujukan ke rumah sakit yang ada, puskesmas dan dinas kesehatan dapat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tahota, Killion Sayori, mengatakan pertemuan lintas sektor juga digunakan untuk menyosialisasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan arahan dari Presiden. Program ini akan menyasar seluruh wilayah di Distrik Tahota, termasuk sekolah-sekolah.

Baca juga:  HUT PI ke-171 Jadi Ajang Uji Coba Manokwari Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional

“Untuk itu, kita mengundang semua perwakilan masyarakat setiap kampung dan kepala sekolah SD, SMP, SMA agar mereka ikut membantu menyosialisasikan kegiatan ini ke masyarakat,” ujarnya.

Killion juga meminta seluruh petugas puskesmas agar aktif memberikan pelayanan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan petugas dalam menjalankan program yang ada.

Dia mengakui, jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Tahota masih kurang. Untuk itu, ia berharap Dinkes segera menambah personel agar layanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Pertemuan lintas sektor ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi cakupan dan sasaran pelayanan dari Januari hingga saat ini. Killion berharap semua petugas, terutama anak-anak asli daerah, bisa aktif dan menjadi panutan di lingkup puskesmas.

Baca juga:  Menuju Sidang Sinode 2027, Mambor akan Bangun Jalur Baru Pelabuhan-Ketapang Lima

Dia juga mengingatkan jam operasional puskesmas mulai pukul 08.00–15.00 WIT harus ditegakkan. Sedangkan layanan UGD wajib standby 24 jam dan petugas diminta tetap berada di tempat.

“Harapan kita, lintas sektor ini bisa meningkatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat sehingga warga di Distrik Tahota tetap sehat,” tutupnya.

Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan Koramil Tahota, Pospol Tahota, dan tokoh masyarakat setempat. (*/red)

Latest articles

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menjaga kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Bupati...

More like this

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna...

Bupati Bintuni Sambut 251 Prajurit Satgas Yonif 147, Tekankan Pendekatan Humanis

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyambut 251 personel Satgas Kewilayahan...

Musorprov KONI Papua Barat Belum Dijadwalkan, KONI Pusat :Kami Masih Tunggu Karateker

MANOKWARI, Linkpapua.id-Agenda Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat hingga...