Seminggu Hilang, 2 Nelayan Mansel Belum Ditemukan di Laut Mandena

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Dua orang nelayan asal Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, Akbar Ali (35) dan Raimon Tabibiati (23), dilaporkan hilang sejak Selasa (28/10) saat melaut di perairan Mandena. Hingga kini, sudah sepekan pencarian dilakukan namun keduanya belum ditemukan.

“Dengan kondisi yang ada karena disini kita belum ada SAR maka kita BPBD dan DKP menangani pencarian melibatkan nelayan yang ada dan ada juga rekan-rekan di BPBD sementara melakukan penyisiran di Numfor,” ujar Kepala BPBD Mansel, M Amir, dalam keterangannya, Rabu (5/11/2025).

Amir mengatakan pencarian hari pertama dilakukan pada Senin (3/11) dengan dua tim di perairan Mandena, Pulau Meosnum, dan Numfor. Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan di sepanjang pantai Oransbari–Manokwari serta laut Mandena hingga ke Yapen.

Baca juga:  Cari Lobster Pakai Panah, Nelayan Asal Tambrauw Hilang di Pantai Arfu 

Dia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim SAR Serui dan Biak untuk membantu pencarian. Namun, upaya masih terkendala cuaca dan keterbatasan bahan bakar serta logistik.

“Target pencarian DKP-BPBD akan dilakukan sesuai dengan kondisi BBM dan bama mereka. Kalau belum ada hasil, akan kita turunkan tim lain bergantian melakukan pencarian,” katanya.

Amir berharap seluruh tim tetap menjaga keselamatan dan tidak menyerah dalam pencarian. Ia juga meminta keluarga tetap berdoa agar kedua nelayan segera ditemukan.

Baca juga:  Proyek Jalan di Moskona Timur Lanjut, Kedatangan 3 Alat Berat Disambut Prosesi Adat

“Kita harus semangat dengan keyakinan bahwa saudara kita masih hidup dalam keadaan baik-baik saja. Semangat itu membuat kita terus berusaha dan bagi keluarga tetap berdoa semoga pencarian menemukan titik terang,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Tangkap DKP Mansel, Desi Manilet, menyebut pencarian juga melibatkan nelayan setempat. Seluruh kebutuhan bahan makanan dan BBM ditanggung oleh Pemkab Mansel.

“Kalau ada sinyal tolong komunikasi dengan kami di sini supaya kami mengetahui teman-teman semua baik-baik saja dalam pencarian. Pengaman diri tetap gunakan saat pencarian dan jangan hantam gelombang, tetap jaga keselamatan. Semoga saudara kita berdua bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” ucap Desi.

Baca juga:  Soal Penggunaan Dana Desa, Bupati Teluk Bintuni: Jangan Gunakan untuk Kepentingan Pribadi

Istri salah satu korban, Nadya F Bieth, berharap suaminya segera ditemukan. Ia mengaku sempat mendapat pesan terakhir dari suaminya sebelum berangkat melaut.

“Suamiku sempat bilang nanti hari Minggu saya sudah pulang karena di sana tidak ada sinyal. Kalau torang tidak pulang berarti terjadi apa-apa nanti cari. Setiap pergi kelaut selalu bilang begitu, makanya saya langsung lapor ke DKP,” sebut Nadya. (LP11/red)

Latest articles

48 Siswa TK Bhayangkari Ransiki Dilepas Lewat Pentas Seni, Orang Tua...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 08 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, melepas 48 siswa tahun pelajaran 2025/2026. Pelepasan siswa...

More like this

48 Siswa TK Bhayangkari Ransiki Dilepas Lewat Pentas Seni, Orang Tua Dibikin Haru

MANSEL, LinkPapua.id – Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayangkari 08 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel),...

Bupati Anisto Paparkan Capaian Daerah di Upacara HUT Ke-23 Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy atau Anisto memaparkan sejumlah capaian...

Pesparawi Nasional di Manokwari Diharapkan Dongkrak Ekonomi Mama-Mama Papua dan UMKM

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional yang akan digelar...