25.9 C
Manokwari
Minggu, Maret 15, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    5 Eks Anak Buah Joni Botak di Puncak Papua Kembali ke NKRI, Bakar Atribut OPM

    Published on

    PUNCAK, LinkPapua.id – Lima eks anak buah pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Joni Botak menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka mencium bendera merah putih dan membakar atribut OPM sebagai simbol ikrar kesetiaan.

    “Capaian ini menunjukkan bahwa dialog, pendekatan persuasif, dan pelayanan tulus kepada masyarakat merupakan kunci menciptakan stabilitas keamanan berkelanjutan di Papua. TNI hadir tidak hanya untuk menegakan kedaulatan, tetapi sebagai bagian dari solusi perdamaian,” ujar Pangkoops Habema Mayor Jenderal TNI Lucky Avianto dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

    Baca juga:  Jaringan Damai Papua Minta Jokowi Hentikan Operasi Militer Pasca Pembunuhan 4 Prajurit TNI

    Ikrar lima eks OPM berlangsung di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Kegiatan itu digelar pada Minggu (4/1/2026) dan disaksikan tokoh adat serta aparat keamanan.

    Kelima eks anggota OPM tersebut masing-masing bernama Damal Kum alias Oten, Iyan Uamang, Maikel Uamang, Julian Wandagau, dan Eten Uamang. Usai mengucapkan ikrar, mereka membakar atribut OPM sebagai bentuk komitmen meninggalkan kelompok tersebut.

    Baca juga:  Pertamina Sesuaikan Harga BBM di Papua per 1 April 2025, Ini Daftar Terbarunya

    Kegiatan ini didampingi langsung Kepala Suku Kampung Jampul. Aparat TNI dari Satgas Yonif 732/Banau turut mengawal jalannya prosesi.

    Komandan Satgas Yonif 732/Banau Letnan Kolonel Inf Muhammad Nurul Chabibi menyebut keberhasilan ini tak lepas dari pembinaan teritorial yang konsisten. Pendekatan dilakukan melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    Baca juga:  Minta Presiden Jokowi Hentikan Operasi Militer, Ini Pernyataan Tegas TPNPB-OPM

    “Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan kami adalah dialog dan pelayanan, agar masyarakat merasakan kehadiran negara,” katanya.

    Program pembinaan teritorial tersebut meliputi Rosita atau Borong Hasil Tani dan Pastoor berupa pelayanan kesehatan door to door. Satgas juga menjalankan Banau Berbagi Jumat serta berbagai kegiatan sosial lainnya di wilayah Puncak. (*/red)

    Latest articles

    Yudisium Perdana FEB UNCRI Manokwari, 111 Mahasiswa Sandang Gelar Sarjana

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mengukuhkan 111 lulusan baru dalam yudisium perdana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Manokwari. Momen bersejarah ini...

    More like this

    Kemenhub Hentikan 11 Bandara Papua Usai Cessna PK-SNR Ditembak

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara operasional 11 bandara di Papua menyusul...

    Komisi II DPR RI Bahas Peluang Daerah Kelola Kawasan Perbatasan di Papua

    MERAUKE, LinkPapua.id - Komisi II DPR RI tengah mendiskusikan pemberian kewenangan lebih besar bagi...

    Wamendagri Ribka Haluk Dorong PLBN Papua Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

    JAYAPURA, LinkPapua.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan pemerintah pusat berkomitmen...