JAKARTA, LinkPapua.id – Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan integritas dan kejujuran adalah harga mati bagi setiap insan pers dalam menjalankan tugasnya. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi pengurus PWI Pusat di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati. Artinya memilih untuk mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Muzani.
Politisi yang pernah berkarier di Majalah Amanah ini menyebut esensi jurnalisme adalah memperjuangkan kebenaran di atas segalanya. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus tetap melekat dalam jiwa seorang wartawan meski telah berganti peran di masyarakat.
“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan,” ujarnya.
Muzani menilai seorang jurnalis sejati harus mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi. Ia pun mengenang kembali nilai-nilai dasar PWI yang dirumuskan sejak Kongres 1946 di Solo sebagai landasan perjuangan.
“Di PWI wartawan itu disebut pejuang sebab memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tuturnya.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengamini pandangan dari Ketua MPR tersebut. Baginya, pernyataan Muzani menjadi alarm pengingat bagi seluruh jurnalis di Indonesia untuk tetap berada di jalur kemanusiaan.
“Apa yang disampaikan Ketua MPR menunjukkan bahwa jurnalisme sejati selalu bertumpu pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus kita jaga di PWI,” ujar Akhmad Munir.
Munir menambahkan PWI akan terus berkomitmen merawat nilai luhur yang telah diletakkan oleh para pendiri organisasi. Pers diharapkan terus berkontribusi besar dalam menjaga kemajuan bangsa serta negara melalui informasi yang akurat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menjelaskan pertemuan ini juga membahas persiapan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Pihaknya mengundang secara resmi Ketua MPR RI untuk hadir dalam acara puncak yang akan digelar di Banten.
“Kami secara resmi mengundang Ketua MPR RI untuk dapat hadir pada peringatan Hari Pers Nasional. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kehormatan dan penguat semangat insan pers dalam menjalankan peran kebangsaan,” kata Zulmansyah. (*/red)









