MANOKWARI, LinkPapua.id – Ratusan peserta memadati jalanan utama Manokwari, Papua Barat, dalam rangka mengikuti pawai budaya hari ulang tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 di tanah Papua. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kekayaan tradisi lokal sekaligus memperingati sejarah masuknya Injil pada abad ke-19 silam.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, saya menyampaikan apresiasi kepada panitia HUT PI ke-171 yang telah menyelenggarakan acara karnaval pawai seni budaya ini dengan penuh dedikasi,” ujar Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat, Melkias Werinussa, Selasa (3/2/2026).

Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, Melkias melepas secara resmi iring-iringan peserta yang terdiri dari unsur jemaat, pemuda gereja, hingga komunitas seni. Pawai yang berlangsung meriah ini menempuh rute dari Jalan Percetakan Sanggeng menuju halaman GKI Elim Kwawi.
“Warisan sejarah dan iman ini patut kita jaga dan lestarikan sebagai bagian dari identitas masyarakat Papua,” katanya.
Melkias menegaskan usia 171 tahun Pekabaran Injil merupakan tonggak sejarah yang sangat mendalam bagi masyarakat Papua. Hal ini bermula dari pendaratan dua misionaris di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang memperkuat jati diri masyarakat Papua serta mendorong terwujudnya Papua Barat yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” tegas Melkias.
Kontribusi Pekabaran Injil selama ratusan tahun tersebut dinilai telah membawa perubahan besar, terutama pada aspek pendidikan dan kesehatan. Pawai budaya ini pun menjadi sarana efektif untuk mempererat persaudaraan serta semangat toleransi antarumat beragama.
Para peserta tampil dengan beragam busana tradisional dan tarian khas yang mencerminkan jati diri tanah Papua. Masyarakat Manokwari pun tampak antusias memadati sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan kemeriahan tersebut.
Pawai budaya ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya leluhur tanpa mengesampingkan nilai keimanan. Acara berakhir dengan tertib dan penuh sukacita di titik finis halaman gereja. (LP14/red)















