Dubes Iran Sebut 555 Orang Tewas Akibat Serangan Israel-AS, Banyak Anak-Anak

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkap data terkait jatuhnya ratusan korban jiwa akibat agresi Israel dan Amerika Serikat (AS). Serangan udara tersebut dilaporkan menghantam berbagai fasilitas sipil mulai dari sekolah hingga rumah sakit di wilayah Iran.

“Dalam penyerangan ini sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban, di mana sebagian besar di antara mereka berasal dari kaum anak-anak dan wanita,” kata Boroujerdi di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Baca juga:  Soksi Teluk Bintuni Sambut Baik Terpilihnya Ayor Kosepa Pimpin Golkar Teluk Bintuni

Boroujerdi merinci jatuhnya korban dari kalangan non-militer terjadi saat masyarakat sedang menjalankan ibadah di bulan suci. Serangan ini dinilai sebagai bentuk pengabaian total terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan.

“Kurang lebih lebih dari 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia dan berbagai golongan masyarakat non-militer sipil yang sedang merayakan dan sedang menjalankan ibadah puasa dalam keadaan puasa dijadikan korban,” ujarnya.

Baca juga:  Sempat Dirawat di RS, Satu Anggota TNI AD Bintuni Merenggang Nyawa Pasca Terlibat Laka Lantas

Pihak Iran juga mengecam keras aksi serangan yang terjadi di tengah proses diplomasi yang sedang berjalan. Israel dan Amerika Serikat dituding telah melakukan pengkhianatan terhadap upaya negosiasi damai.

“Sekali lagi terbukti bahwa lagi-lagi pada saat kami sedang berada di meja perundingan, mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” ucapnya.

Boroujerdi menambahkan utusan dari negara mediator pun telah memberikan kesaksian mengenai perkembangan perundingan tersebut. Seharusnya proses tersebut dapat mencapai kesepakatan jika tidak diganggu oleh aksi militer.

Baca juga:  Bahas Stunting di Wondama, Waterpauw-Mambor Sepakat Pakai Pola 'Orang Tua Asuh'

“Hal ini bisa disaksikan atau disampaikan juga oleh Menlu dari Oman, seorang mediator yang tidak berpihak kepada manapun, yang telah ber-statement bahwa negosiasi telah mencapai titik yang menerangkan,” ungkapnya.

Pemerintah Iran menegaskan serangan ini merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Atas dasar tersebut, Iran mengklaim memiliki hak hukum untuk melakukan serangan balasan demi membela diri. (*/red)

Latest articles

IHTP Papua dan Bawaslu Manokwari Jalin Kerja Sama, Perkuat Pengawasan Pemilu

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manokwari melalui penandatanganan...

More like this

IHTP Papua dan Bawaslu Manokwari Jalin Kerja Sama, Perkuat Pengawasan Pemilu

MANOKWARI, Linkpapua.id – Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua menjalin kerja sama...

Unik! Warga Kampung Yamboi Disebut Tak Konsumsi Pinang dan Merokok, Ini Cerita di Balik TMMD

MANSEL, LinkPapua.id – Di tengah kesibukan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)...

Medan Berat Tak Surutkan Semangat, Satgas TMMD Ke-130 dan Warga Yamboi Gotong Royong Dorong Material

MANSEL, LinkPapua.id – Kondisi medan yang berbukit dan akses yang menantang tidak menyurutkan semangat...