25.9 C
Manokwari
Kamis, Maret 19, 2026
25.9 C
Manokwari
More

    Tim Hisab Kemenag: Hilal Tak Terlihat, 1 Syawal Berpotensi 21 Maret

    Published on

    JAKARTA, LinkPapua.id – Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS untuk penetapan Idulfitri 1447 H/2026 M. Kondisi ini membuat 1 Syawal atau Lebaran 2026 secara hisab berpotensi besar jatuh pada Sabtu (21/3/2026)

    “Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah secara hisab MABIMS jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026 Masehi. Tingginya masuk tapi elongasinya tidak. Padahal MABIMS mensyaratkan dua-duanya harus memenuhi. Itu syaratnya wajib dua-duanya. Tidak pakai atau, dan,” ujar anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya di Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

    Baca juga:  Kemenag Usulkan Ubah Nama Hari Libur, Isa Almasih Jadi Yesus Kristus

    Cecep menjelaskan data visual dari seluruh titik pantau di Indonesia menunjukkan warna magenta yang berarti tidak memenuhi syarat. Meskipun tinggi hilal di Aceh sudah mencapai 3 derajat, namun sudut elongasinya masih di bawah standar minimal 6,4 derajat.

    “Kita lihat. Gambarnya jelas, magenta semua, merah semua. Kalau tadi kurva tadi digabungkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan Qomariyah MABIMS, warnanya magenta,” katanya.

    Secara teknis, posisi bulan saat ini diprediksi mustahil untuk bisa dilihat secara kasat mata atau rukyat karena berada di bawah ambang batas visibilitas. Namun, Kemenag menegaskan hasil hisab ini masih bersifat informatif sembari menunggu verifikasi faktual dari lapangan.

    Baca juga:  Rukyatulhilal Awal Zulhijah 1444 H/2023 M Digelar di 99 Titik, Ini Daftar Lengkapnya

    “Ini hisab. Hisab itu informatif. Nanti kita akan mendengarkan hasil dari rukyah. Rukyah itu konfirmasi, rukyah itu verifikasinya,” tegas Cecep.

    Dia menambahkan bahwa Indonesia secara lazim menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyat untuk menetapkan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Oleh karena itu, kepastian final tetap merujuk pada hasil konfirmasi para perukyat yang bertugas sore ini.

    Baca juga:  Kemendagri, KPK, dan BPKP Berkolaborasi Percepat Satu Data Indonesia

    “Secara teoritis diprediksi tidak mungkin dapat dirukyat karena posisinya berada di bawah kriteria visibilitas hilal pada saat matahari terbenam,” paparnya.

    Sidang isbat sendiri dijadwalkan berlangsung secara tertutup untuk membahas laporan dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Hasil diskusi tersebut akan menentukan apakah bulan Ramadan tahun ini digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) atau tidak.

    Pemerintah berencana mengumumkan hasil keputusan sidang isbat tersebut secara resmi pada pukul 19.25 WIB malam ini. Umat Islam diimbau menunggu pengumuman resmi tersebut untuk kepastian pelaksanaan salat Idulfitri. (*/red)

    Latest articles

    Tok! Pemerintah Tetapkan Lebaran Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21...

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Idulfitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Keputusan ini diambil melalui sidang isbat...

    More like this

    Tok! Pemerintah Tetapkan Lebaran Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

    JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Idulfitri...

    Sidang Isbat Digelar Sore Ini, Lebaran Idulfitri 2026 Jatuh 20 atau 21 Maret?

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1447...

    Heboh Tiket Pesawat Padang-Manokwari Rp17 Juta, Ini Faktanya

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara terkait hebohnya harga tiket pesawat rute...