Yudisium Perdana, 50 Lulusan Fakultas Hukum Uncri Resmi Sandang Gelar Sarjana Hukum

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mewisuda 50 lulusan Program Studi Ilmu Hukum angkatan pertama dalam prosesi yudisium dan pelepasan Tahun Akademik 2025/2026, menandai lahirnya generasi awal sarjana hukum dari kampus tersebut di tengah tantangan dunia hukum yang kian kompleks.

Rektor UNCRI, Prof. Robert K.R. Hammar, menegaskan bahwa kelulusan ini bukan sekadar capaian akademik, melainkan membawa konsekuensi tanggung jawab moral yang besar bagi para lulusan.

“Yudisium bermakna proses akademik berakhir, namun pengabdian baru dimulai. Ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga integritas dan nama baik kampus,” ujarnya Rabu,(25/3/2026)

Ia mengungkapkan, 50 lulusan angkatan pertama ini datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari anggota kepolisian hingga mantan kepala dinas. Keragaman tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam membangun perspektif hukum yang tidak sempit.

Baca juga:  Bentrokan di Sorong, Polda Papua Barat Turunkan Tim Identifikasi

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dunia hukum saat ini tidak lagi cukup dihadapi dengan pendekatan normatif semata. Lulusan dituntut mampu membaca dinamika sosial, perubahan regulasi, hingga perkembangan konstitusi yang terus bergerak.

“Teruslah belajar, karena hukum tidak pernah statis. Perubahan akan selalu terjadi, dan itu menuntut kesiapan intelektual maupun etika,” katanya.

Rektor UNCRI Prof Robert.K.R. Hammar

Rektor juga menyoroti pentingnya loyalitas terhadap almamater di tengah realitas persaingan profesional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan para lulusan tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari proses kolektif yang melibatkan kampus, dosen, dan lingkungan akademik.

Baca juga:  MRPB Jaring Aspirasi di Teluk Bintuni : Ini 3 Hak yang Disodorkan OAP

“Semua yang dicapai hari ini bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena kerja sama dan saling menopang. Jangan melupakan kampus yang telah membentuk saudara,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Uncri, Dr. Hendrikus Renjaan, SH., LL.M., menilai yudisium sebagai bentuk pengakuan atas capaian intelektual, kedisiplinan, dan integritas mahasiswa bukan sekadar seremoni administratif.

Ia menekankan bahwa gelar sarjana hukum membawa konsekuensi etik, terutama di tengah persoalan keadilan sosial yang masih menjadi tantangan nyata, khususnya di Papua.

Baca juga:  Vaksinasi di Mansel Hari ini Sasar 89 Orang

“Menyandang gelar sarjana hukum bukan sekadar capaian akademik, tetapi tanggung jawab moral. Dunia hukum membutuhkan lulusan yang tidak hanya paham teks, tetapi juga peka terhadap realitas sosial,”ucapnya

Menurutnya, globalisasi dan dinamika hukum menuntut lulusan untuk lebih adaptif dan tidak terjebak pada cara pandang sempit dalam memahami hukum.
Sebagai angkatan pertama, 50 lulusan ini dinilai tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas Fakultas Hukum Uncri ke depan.

“Saudara bukan hanya lulusan, tetapi juga representasi kualitas institusi ini. Itu berarti standar yang harus dijaga tidak ringan,” kata Hendrikus. (LP14/Red)

Latest articles

PELNI Buka Pemesanan Tiket H-60 untuk Tiga Kapal Rute Manokwari

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) membuka pemesanan tiket hingga 60 hari sebelum keberangkatan (H-60) untuk tiga kapal yang melayani rute dari dan...

More like this

PELNI Buka Pemesanan Tiket H-60 untuk Tiga Kapal Rute Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) membuka pemesanan tiket hingga 60 hari sebelum...

FASI BKPRMI Manokwari Resmi Ditutup, Juara Bersiap Wakili Manokwari di Tingkat Provinsi

MANOKWARI, Linkpapua.id– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten...

FASI BKPRMI Manokwari Diikuti 187 Peserta, Wabup Dorong Potensi Generasi Qurani

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari menggelar Festival Anak...