Studi Tiru ke Bali-Jakarta, Phapeda Siap Benahi Sampah Bintuni

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) melakukan studi tiru ke Bali hingga Jakarta untuk membenahi tata kelola sampah di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap problem lingkungan di Bintuni yang belum tertangani secara komprehensif.

Rombongan yang dipimpin langsung pendiri Yayasan Phapeda, Harlina Husain, mengawali perjalanan di Kabupaten Buleleng, Bali. Mereka mengunjungi Rumah Plastik Mandiri selama dua hari, yakni Sabtu (10/4/2026) hingga Minggu (11/4).

“Kami di sini khusus mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis,” kata Eka Darmawan, pemilik usaha Rumah Plastik Mandiri.

Baca juga:  Resmikan Posko 'Manu Reto Yo Join', Yohanis Manibuy: Kita Makin Kuat

Eka menjelaskan sampah harus dipilah sejak dari sumbernya dan dipisahkan sesuai jenis sebelum didaur ulang. Aktivitas ini juga turut memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja.

“Jadi ada dua hal yang berjalan seiring dalam aktivitas ini. Dari sisi lingkungan, persoalan sampah bisa teratasi. Kemudian dari sisi sosialnya, bisa menciptakan lapangan kerja bagi Masyarakat,” tukas Eka.

Setelah dari Buleleng, pengurus yayasan bergeser ke Jakarta untuk belajar manajemen bank sampah di Yayasan Kumala, Tanjung Priok. Mereka berdiskusi langsung dengan sosok inspiratif penerima Kalpataru 2024, Dindin Komarudin atau Abah Dindin.

Baca juga:  Phapeda Gandeng Pemkab Bintuni Kelola Sampah Bernilai Ekonomis

“Sebagai Bank Sampah Induk, saat ini kami memiliki 72 Bank Sampah Unit,” ujar Abah Dindin dalam sesi diskusi, Kamis (16/4/2026).

Abah Dindin mengasuh 7 anak jalanan di yayasan dan 2 anak lainnya yang masih tinggal di kolong jembatan. Selain memberi tempat tinggal, ia mengajarkan mereka membuat kerajinan tangan dari sampah kertas.

“Kalau karyawan di yayasan, ada 14 orang,” tukas Abah Dindin.

Rombongan kemudian diajak meninjau Karang Taruna Desa Muara Bakti di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Di sana, para pemuda menjadi motor penggerak kebersihan lingkungan dengan melibatkan orang tua sebagai pengawas.

Baca juga:  Warga Adat Sorong Palang Perusahaan Sawit PT IKS Usai Insiden Pengeroyokan

“Kami banyak mendapatkan bimbingan dari Abah Dindin dalam hal ini. Masih banyak hal yang harus kami selesaikan dalam pengelolaan sampah ini,” tutur Wais Alqodri, Ketua Karang Taruna Desa Muara Bakti.

Ketua Yayasan Phapeda, Cristin Mustamu, mengapresiasi seluruh ilmu yang didapatkan selama rangkaian studi tersebut. Pihaknya berkomitmen membawa pulang pengetahuan manajemen sampah ini untuk diterapkan di daerah asal.

“Terima kasih atas informasi yang telah disampaikan. Semoga sharing session ini bisa menjadi bekal pengetahuan kami untuk diterapkan di Teluk Bintuni,” ucap Cristin Mustamu. (*/red)

Latest articles

‎Satgas TMMD Mansel Bangun MCK, Dorong Lingkungan Bersih dan Warga Sehat...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk memenuhi kebutuhan sanitasi...

More like this

‎Satgas TMMD Mansel Bangun MCK, Dorong Lingkungan Bersih dan Warga Sehat di Kampung Yamboi

MANSEL, LinkPapua.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel)...

‎Satgas TMMD Mansel Siapkan Papan Lisplang, Teras-MCK Rumah Warga Segera Diperbaiki

MANSEL, LinkPapua.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel)...

‎Lisplang Baru Percantik Rumah Warga Kampung Yamboi, Satgas TMMD Hadirkan Warna-Harapan Baru

MANSEL, LinkPapua.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel),...