Phapeda Gandeng Pemkab Bintuni Kelola Sampah Bernilai Ekonomis

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, untuk mengelola sampah. Kemitraan ini ditargetkan mampu mereduksi 75 persen sampah organik dan plastik menjadi bahan bernilai ekonomis.

“Kami telah belajar bagaimana mengelola sampah yang baik dan benar di sejumlah kota. Kita sama-sama inginkan Bintuni ini bersih. Tapi, kami tidak bisa jalan sendiri, tanpa support dari pemerintah,” ujar pendiri Yayasan Phapeda Herlina Husain saat audiensi di Kantor Bupati Teluk Bintuni, Kamis (11/6/2026).

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penduduk di Teluk Bintuni mencapai 91.064 jiwa dengan estimasi timbulan sampah harian sebanyak 63,19 ton per hari atau 23.435,14 ton per tahun. Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Teluk Bintuni mencatat baru sekitar 8.773,10 ton (37,81 persen) sampah yang diangkut ke TPA, sedangkan 14.662,05 ton (63,19 persen) belum tertangani dengan memadai.

Baca juga:  Dinas PU Paparkan Fase Pengerjaan Sarana Olahraga di Gelanggang Argosigemerai

“Artinya, 100 persen sampah yang ada di ibu kota Kabupaten Teluk Bintuni ini belum diolah karena hanya dipindahkan tempatnya saja. Dari TPS ke TPA,” kata Sekretaris Yayasan Phapeda Nathalia Dessy dalam paparannya.

Baca juga:  Serahkan Sembako di Lokasi TMMD Kampung Idoor, Ini Pesan Ketua Tim Wasev Sterad

Sementara itu, volume sampah organik berupa limbah makanan di Bintuni mencapai 12,12 kubik per tahun dan sampah plastik tidak kurang dari 144 kubik per tahun. Yayasan Phapeda bakal memilah sampah dari sumbernya untuk mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi bahan baku perabot rumah tangga pengganti kayu.

“Jadi dengan mengolah plastik ini, selain mereduksi volume yang ada, ini juga bagian dari pelestarian lingkungan. Kita tidak perlu menebang hutan untuk mendapatkan kayu, karena sampah plastik ini bisa diolah sebagai bahan perabot rumah tangga,” tambah Anggota Yayasan Phapeda Rasyid Woretma.

Baca juga:  Update Covid-19 Teluk Bintuni: Tambah 39 Positif, 157 Orang Sembuh

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyambut baik kerja sama tersebut karena pengelolaan sampah telah masuk dalam dokumen RPJMD. Yohanis langsung menunjuk DPLH sebagai sektor penggerak utama untuk bermitra dengan Yayasan Phapeda dan melibatkan perangkat daerah teknis lainnya.

“Sebagai motor penggeraknya, saya minta DPLH untuk segera membentuk tim, libatkan OPD teknis terkait untuk membuat regulasi. Saya kasih waktu dua minggu bisa, ya,” ucap Yohanis. (LP5/red)

Latest articles

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi...

0
TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk Bintuni, dan distrik tertua ke depan akan ditata menjadi wilayah...

Akhirnya! Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik

More like this

Bupati Yohanis Tinjau Aset BP Tangguh, Babo Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Pesisir

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, mengharapkan Distrik Babo sebagai pintu masuk Teluk...

Depicab SOKSI Teluk Bintuni Dukung Fraksi Golkar Pertanyakan Penurunan 81 Persen DBH Migas Otsus 2027

MANOKWARI, Linkpapua.id- Dewan Pimpinan Cabang Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kabupaten Teluk...

Datang Bersama Anak dan Ibu, Korban KDRT Cari Keadilan di PN Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Nur Qisti (29), memprotes proses...