JKN Jadi Penyelamat Warga Manokwari Saat Alami Sesak Napas Mendadak

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan perlindungan kesehatan nyata bagi warga Kabupaten Manokwari, Papua Barat, yang menghadapi situasi darurat medis. Lantinu (62) mendapatkan pertolongan cepat dari tim medis setelah mengalami gangguan pernapasan berat yang datang secara tiba-tiba.

“Saat itu sesak napas yang saya rasakan cukup parah sehingga saya langsung dibawa ke IGD. Begitu tiba, tim medis langsung sigap menangani saya. Saya merasa sangat lega karena tidak harus menunggu lama,” ujar Lantinu kepada dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Baca juga:  Kisah Suprihatin Operasi Gratis dengan BPJS Kesehatan: Saya Tak Keluar Uang Sepeser Pun

Keluarga melarikan pria lansia tersebut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS dr Azhar Zahir Manokwari guna mendapatkan perawatan intensif. Lantinu awalnya sempat mengkhawatirkan beban biaya pengobatan yang tinggi sebelum mengetahui seluruh layanan tersebut bersifat gratis.

“Saya bersyukur masih menjadi peserta aktif JKN sehingga bisa berobat tanpa khawatir soal biaya,” katanya.

Baca juga:  Satlantas Polresta Manokwari Gencar Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas ke Pelajar

Status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) membebaskan Lantinu dari segala tagihan administrasi rumah sakit. Pasien ini menjalani seluruh rangkaian rawat inap sesuai prosedur medis tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan sepeser pun.

“Kadang memang harus menunggu, apalagi saat pasien sedang banyak. Namun, alurnya jelas dan seluruh proses dapat dijalani tanpa biaya tambahan. Hal tersebut sangat membantu saya,” ucapnya.

Baca juga:  BPJS-KPU-Dinkes Mansel Teken Komitmen, Petugas KPPS dapat Perlindungan JKN

Lantinu kini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk segera mendaftarkan diri menjadi bagian dari peserta JKN. Dia memandang asuransi kesehatan sosial ini sebagai langkah antisipasi yang sangat krusial dalam menghadapi risiko penyakit yang tidak terduga.

“Kita tidak pernah tahu kapan sakit akan datang. Karena itu, penting untuk menjadi peserta JKN sejak awal agar lebih tenang saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tutupnya. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...

Survei Kerukunan Bintuni, Wabup Joko Minta Data Disampaikan Objektif

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Wabup Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat...

Antisipasi Konflik Zona Merah, Kesbangpol Bintuni Masuk Kampung Perkuat Wawasan Kebangsaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...