TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara berziarah ke makam tokoh pemekaran menjelang HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Ziarah itu dilakukan bersama jajaran Forkopimda, Pemkab Teluk Bintuni, dan keluarga tokoh pejuang pemekaran.
“Saya bersama Bapak Bupati Yohanis Manibuy berbagi tugas ziarah. Saya berziarah makam tokoh pemekaran yakni Aloysius E Naury, Simon Manibuy, dan DS Frabun. Sementara Bapak Bupati berziarah ke makam tokoh pemekaran Akuba Kaitam, M Waritma, dan As Payara,” kata Joko saat ziarah makam tokoh pemekaran di Distrik Bintuni, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ziarah dilaksanakan di kawasan Pemakaman Kampung Lama, Kali Kodok, dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 3 Bintuni. Dalam prosesi itu, Joko bersama unsur Forkopimda melakukan tabur bunga dan doa bersama.

Joko mengatakan ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam sejarah Teluk Bintuni. Dia menyebut para tokoh pemekaran berperan penting memperjuangkan lahirnya Teluk Bintuni sebagai daerah otonom.
“Melalui ziarah ini, kita tidak hanya mengenang para pejuang yang telah mendahului kita, tetapi juga meneladani semangat pengabdian dan kecintaan mereka terhadap daerah. Berkat dedikasi dan karya nyata mereka, Kabupaten Teluk Bintuni dapat berkembang hingga seperti sekarang,” ujarnya.
Joko menilai berbagai capaian pembangunan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para tokoh pemekaran. Dia menyebut generasi saat ini memiliki tanggung jawab melanjutkan cita-cita pembangunan yang telah dirintis para pendahulu.
Menurutnya, usia ke-23 tahun menjadi momentum bagi Teluk Bintuni untuk memperkuat persatuan. Dia mengatakan tantangan pembangunan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Peringatan HUT ke-23 ini hendaknya menjadi momentum refleksi bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu. Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” ucapnya.
Sejumlah anggota keluarga tokoh pemekaran turut mengikuti doa bersama dan penghormatan kepada para almarhum. Kegiatan itu menjadi bentuk penghargaan atas jasa tokoh yang berperan dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Teluk Bintuni. (LP5/red)








