Gubernur Papua Barat Ajak ASN Teladani Semangat Pengabdian Nataniel D Mandacan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) meneladani semangat pengabdian almarhum Nataniel D Mandacan. Menurutnya, dedikasi almarhum menjadi teladan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Hari ini, melalui upacara persemayaman yang dilaksanakan secara kedinasan, kita memberikan penghormatan terakhir kepada seorang putra terbaik Arfak, seorang aparatur sipil negara yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk melayani masyarakat, daerah, bangsa, dan negara dengan penuh dedikasi, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Dominggus saat upacara persemayaman Nataniel di rumah duka, Jalan Swapen Bahari, Manokwari, Senin (6/7/2026).

Dominggus menyebut kepergian Nataniel merupakan kehilangan besar bagi keluarga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, dan masyarakat. Atas nama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten se-Papua Barat, dan masyarakat Papua Barat, dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Menurut Dominggus, selama mengabdi sebagai aparatur sipil negara, Nataniel meninggalkan banyak karya, gagasan, dan kebijakan. Berbagai kontribusi tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari pembangunan Papua Barat.

Baca juga:  PSDC Papua Barat Bahagia Tampilkan Hasil Latihan 2 Tahun di Pesparawi XIV, Optimistis Raih Hasil Terbaik

Dia mengatakan Nataniel bukan hanya seorang birokrat, tetapi juga pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Baginya, jabatan bukanlah kehormatan untuk dilayani, melainkan amanah untuk melayani.

“Beliau selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Beliau membuka ruang dialog, mendengar setiap persoalan, dan berupaya menghadirkan solusi yang mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman di Manokwari dan Provinsi Papua Barat,” katanya.

Selain berkiprah di pemerintahan, Dominggus menyebut almarhum juga memiliki peran penting sebagai tokoh adat. Dia dinilai menjaga nilai budaya, memperkuat persaudaraan, dan menjadi penengah dalam berbagai persoalan sosial.

Menurut Dominggus, pendekatan kekeluargaan, musyawarah, dan kearifan lokal yang diterapkan almarhum mampu menciptakan kedamaian di tengah masyarakat. Nilai tersebut menjadi warisan yang patut diteruskan.

Dia menilai warisan terbesar Nataniel bukan hanya bangunan, dokumen, atau kebijakan. Warisan itu berupa keteladanan hidup, integritas, loyalitas, kerendahan hati, semangat melayani, serta kecintaannya kepada masyarakat Papua Barat.

Karena itu, Dominggus mengajak seluruh ASN melanjutkan semangat pengabdian almarhum. Dia meminta dedikasi dan ketulusan Nataniel dijadikan teladan dalam menjalankan tugas.

Baca juga:  Wagub Papua Barat Atensi Temuan BPK: Jangan Sampai Rugikan OPD!

“Jadikan dedikasi beliau sebagai teladan bahwa jabatan adalah kesempatan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tuturnya.

Dominggus mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan. Dia juga mengajak masyarakat mengenang almarhum dengan melanjutkan nilai-nilai luhur yang diwariskannya.

“Selamat jalan Bapak Dr. Nataniel D. Mandacan, M.Si. Terima kasih atas setiap pengabdian, setiap karya, setiap gagasan, setiap nasihat, dan setiap keteladanan yang telah Bapak persembahkan bagi Papua Barat,” ucapnya.

Upacara persemayaman dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor, Bupati Manokwari Hermus Indou, Wakil Bupati Manokwari Mugiyono, serta jajaran Forkopimda Papua Barat dan Kabupaten Manokwari. Prosesi ibadah dipimpin Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Barat Pdt Sadrak Simbiak.

Nataniel lahir di Manokwari pada 11 November 1962 sebagai putra keempat dari 14 bersaudara. Dia merupakan anak pasangan Barens Mandacan dan Ema Mandacan.

Baca juga:  Kejati Papua Barat-Pelindo Jalin Kerjasama di Bidang Hukum

Riwayat pendidikannya dimulai di SD Negeri Amban, kemudian SMP Negeri 1 Manokwari, dan SMA Negeri 4 Reremi. Dia meraih gelar sarjana di Universitas Cenderawasih pada 1987, magister di Universitas Gadjah Mada pada 2004, serta doktor di Universitas Hasanuddin pada 2021.

Kariernya sebagai ASN dimulai pada 1 Maret 1989 sebagai calon pegawai negeri sipil. Sejak itu dia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, mulai Kepala Bagian Kepegawaian Setwilda II Manokwari hingga Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat.

Selain di pemerintahan, Nataniel aktif memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan. Dia pernah menjabat Ketua IPSI Papua Barat, Ketua PMI Papua Barat, Ketua LPPD Papua Barat, Ketua STIMIK Kreatindo Manokwari, Ketua PIKI Papua Barat, serta Wakil Ketua II Badan Pengurus YPK di Tanah Papua.

Nataniel meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat sakit pada Sabtu (4/7) pukul 04.45 WIT. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, pemerintah, dan masyarakat Papua Barat. (LP14/red)

Latest articles

Kabid Humas Polda Papua Barat Nobar Bersama Wartawan, Ajak Masyarakat Jaga...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat, Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) bersama para wartawan...

More like this

Persemayaman Nataniel D Mandacan, Keluarga Kenang sebagai Sosok Disiplin-Teguh Prinsip

MANOKWARI, LinkPapua.id – Keluarga besar almarhum Nataniel D Mandacan mengenang mantan Sekretaris Daerah (Sekda)...

Teluk Bintuni Kedepankan Semangat Pelayanan Sukseskan Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni mengedepankan semangat pelayanan untuk menyukseskan...

LP3KD Papua Barat Pastikan Penilaian Pesparani IV Berjalan Objektif

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat...