MANSEL, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan (Mansel) melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) melakukan monitoring di seluruh distrik. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyusun data awal sebagai dasar pembahasan prioritas anggaran tahun 2027.
“Monitoring tersebut dalam rangka pendataan sebagai data awal Bappeda sebelum pembahasan anggaran tahun anggaran 2027,” ujar Kepala Bappeda Mansel Christofol Mandacan saat kegiatan monitoring dan pertemuan dengan kepala distrik, tenaga kesehatan, serta masyarakat di tingkat distrik, Minggu (12/7/2026).


Data awal yang dikumpulkan akan digunakan sebagai bahan pembanding terhadap usulan program dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Bappeda ingin memastikan program yang diajukan benar-benar sesuai kebutuhan prioritas masyarakat dan pusat layanan pemerintahan di distrik.
Hasil monitoring lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan program yang layak diprioritaskan pada pembahasan anggaran 2027. Bappeda menilai data lapangan penting untuk mengukur kesesuaian antara usulan OPD dan kebutuhan riil masyarakat.
Christofol mengatakan monitoring dilakukan atas arahan Bupati Mansel Bernard Mandacan untuk memperoleh data awal dari seluruh distrik. Dia berharap pemerintah tetap menghadirkan program pembangunan yang menyentuh masyarakat meski menghadapi efisiensi anggaran.
“Masyarakat kita harus memberikan apresiasi kepada Bupati mansel karena beliau membuat gebrakan terobosan untuk memerintah kami di Bappeda untuk mendapatkan data awal lapangan di semua distrik. Kalau boleh ketika melakukan efesien anggaran, kita bahas, ada dana sedikit minimal, ada program bisa menyentuh masyarakat di semua distrik, jangan sama sekali tidak ada,” bebernya.
Dia menambahkan pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan program yang dapat dirasakan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, tata kelola keuangan yang baik menjadi kunci agar program pembangunan tetap berjalan.
“Anggaran sedikit, tetapi kalau diatur secara baik pasti bisa, tergantung bagaimana tata kelola keuangan kita,” tutupnya. (*/red)









