135 Hektare Sentra Cabai Disiapkan Kementan untuk Wilayah Papua

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan pengembangan kawasan sentra cabai seluas 135 hektare di sejumlah provinsi di wilayah Papua. Program ini ditujukan untuk menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga cabai di wilayah timur Indonesia.

“Khusus untuk wilayah Papua yang masih mengalami peningkatan harga, kami laporkan ada alokasi khusus untuk menjaga harga,” ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muhammad Agung Sunusi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/7/2026).

Pengembangan kawasan cabai tersebut tersebar di Papua Barat 45 hektare, Papua Barat Daya 21 hektare, Papua 45 hektare, Papua Selatan 14 hektare, dan Papua Tengah 10 hektare. Alokasi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilisasi pasokan cabai di wilayah Papua.

Baca juga:  Dominggus Temui Mentan Amran, Minta Dukungan Penguatan Pertanian Papua Barat

“Harapannya, kawasan aneka cabai ini dapat menjaga ketersediaan dan stabilisasi pasokan di wilayah Papua. Meskipun pada intinya juga kami meminta khusus di wilayah Papua untuk tetap melakukan penanaman yang reguler di samping alokasi APBN kita,” katanya.

Agung mengatakan kondisi pasokan cabai secara nasional mulai menunjukkan perbaikan. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga cabai merah turun dari 123 daerah menjadi 96 daerah, sedangkan 245 kabupaten/kota telah mencatat penurunan harga.

Baca juga:  Marciano Norman Dukung Polda Tuntaskan Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Papua Barat

Menurutnya, neraca bulanan cabai merah masih surplus 8.087 ton sehingga pasokan dinilai mencukupi. Tren serupa juga terjadi pada cabai rawit dengan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga turun dari 64 kabupaten/kota menjadi 51 kabupaten/kota, sementara 238 kabupaten/kota mencatat penurunan harga.

Agung berharap musim kemarau dapat mendorong harga cabai kembali mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP). Dia juga mengingatkan pemerintah daerah mengantisipasi risiko kekeringan agar produksi tidak terganggu.

“Oleh karena itu, dengan kondisi musim kemarau juga kami berharap pembuatan sumur dangkal dan sumur dalam menjadi perhatian, pemantauan pola tanam dan tentunya pemantauan panen cabai di lokasi-lokasi sentra produksi tetap menjadi perhatian untuk kita semuanya,” ucapnya.

Baca juga:  Dongkrak Industri Penunjang, ini 3 Program Strategis SKK Migas

Kementan telah menginstruksikan optimalisasi irigasi perpompaan melalui kerja sama dengan Direktorat Lahan dan Irigasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap produksi cabai.

Program pengembangan cabai tahap pertama mulai berjalan di berbagai sentra produksi. Pendampingan lapangan telah dilakukan di Sumedang, Bandung, Lumajang, Banjarnegara, Kulon Progo, Maros, Lombok Barat, dan Tanggamus untuk menjaga produktivitas serta pasokan cabai. (*/red)

Latest articles

Dandim 1801 Manokwari: Antusiasme Tinggi, Turnamen Domino HUT TNI ke-81 Pererat...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Antusiasme masyarakat mengikuti Turnamen Domino dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 yang digelar oleh Kodim 1801/Manokwari...

More like this

Denny Indrayana cs Gugat Gibran di MK, Minta Presiden Ajukan 2 Wapres Baru

JAKARTA, LinkPapua.id – Denny Indrayana bersama sejumlah pihak mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

Menkop Ferry Targetkan 25 September Manajer KDKMP Mulai Masuk Kantor

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Menteri HAM Pigai Sebut Pemekaran Papua Bukan Matikan OPM, Malah Makin Parah

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku sejak awal menolak...