MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong gerakan penanaman 1 juta pohon matoa yang dimulai dari Manokwari. Gerakan tersebut ditujukan untuk mengembalikan matoa sebagai buah khas Papua sekaligus memperkuat citra Manokwari sebagai kota buah.
“Dalam penghijauan kita bisa tanam 1 juta pohon matoa. Kita mulai dari Manokwari dan akan diikuti kabupaten lainnya secara bertahap. Ini agar matoa kembali menjadi buah khas Papua,” ujar Dominggus saat menghadiri peluncuran Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Chapter Papua Barat di Aston Niu Hotel, Manokwari, Kamis (13/8/2026).
Dominggus mengatakan penanaman 1 juta pohon matoa akan dimulai dari Manokwari dan dilanjutkan kabupaten lain di Papua Barat secara bertahap. Dia meminta gerakan tersebut segera ditindaklanjuti Dinas Kehutanan (Dishut) Papua Barat.
Matoa merupakan salah satu buah khas Papua yang disebut Dominggus semakin sulit ditemukan di Manokwari. Kondisi itu terutama terlihat saat musim matoa.
“Sekarang kita lihat jika musim matoa sangat jarang matoa ditemui di Manokwari, padahal ini buah khas Papua. Tapi di Jawa, di kota-kota besar, di mal-mal banyak buah matoa,” katanya.
Dominggus menilai diperlukan gerakan bersama untuk mengembalikan keberadaan matoa di Papua. Penanaman 1 juta pohon diharapkan menjaga ketersediaan matoa sekaligus mempertahankan identitasnya sebagai buah khas Papua.
“Kepala Dinas Kehutanan mana? Coba tangkap ini dan perlu kita buat gerakan menanam 1 juta pohon matoa,” serunya. (LP14/red)














