MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat resmi dilantik pada Sabtu (7/11/2026).
Menariknya, kepengurusan organisasi olahraga masyarakat ini diisi lebih dari 20 anggota legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Ketua Pengprov PORDI Papua Barat, Haryono May, mengatakan setelah pelantikan, pihaknya akan segera membentuk struktur kepengurusan hingga ke tingkat bawah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memudahkan koordinasi apabila ada kegiatan atau event domino yang diselenggarakan.
Menurutnya, pembentukan kepengurusan secara berjenjang menjadi salah satu prioritas agar PORDI dapat berkembang dan memiliki struktur organisasi yang kuat di seluruh wilayah Papua Barat.
“Ke depan kita akan bentuk kepengurusan sampai ke tingkat bawah, sehingga ketika ada event bisa lebih mudah dikoordinasikan. Harapan kita, Papua Barat juga bisa menjadi tuan rumah event nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PORDI Papua Barat, H. Asri, mengatakan domino merupakan olahraga masyarakat yang mudah diterima karena dapat dimainkan oleh siapa saja dan tidak membutuhkan fasilitas khusus.
Menurutnya, kesederhanaan permainan domino menjadi salah satu keunggulan olahraga tersebut sehingga memiliki potensi untuk terus dikembangkan di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pengurus mempersiapkan penyelenggaraan event besar pada tahun depan sebagai bagian dari upaya mengembangkan olahraga domino di Papua Barat.
“Domino ini olahraga masyarakat karena bisa dilakukan di mana saja dan tidak membutuhkan hal lain. Karena itu, kita harus mulai mempersiapkan event besar untuk tahun depan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PORDI, Mansyur Achmad, dalam arahannya menyebut Papua Barat memiliki keunikan tersendiri dalam komposisi kepengurusan. Menurutnya, belum ada daerah lain yang memiliki jumlah anggota legislatif sebanyak Papua Barat dalam struktur kepengurusan PORDI.
Ia menyebut lebih dari 20 anggota dewan yang terlibat menjadi bagian dari kepengurusan PORDI Papua Barat sebagai potensi untuk mendorong kemajuan organisasi.
Mansyur berharap pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi dan dalam waktu dekat dapat melaksanakan rapat kerja (Raker) untuk menyusun program serta langkah organisasi ke depan.
Ia juga menegaskan bahwa domino saat ini telah berkembang menjadi olahraga formal melalui organisasi PORDI. Karena itu, pengurus memiliki tanggung jawab untuk mengubah pandangan negatif masyarakat yang selama ini kerap mengaitkan permainan domino dengan perjudian.
“Domino tidak lagi hanya untuk mengisi waktu luang. Sekarang sudah menjadi olahraga formal. Tugas kita adalah berperan melawan stigma negatif di masyarakat. PORDI dalam bermain domino bukan lagi judi, karena kita membawa permainan ini dalam aturan dan ketentuan olahraga,” tegasnya.
Mansyur turut menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pengurus, di antaranya mempercepat konsolidasi organisasi, menyosialisasikan ketentuan dan aturan PORDI kepada masyarakat, serta menyiapkan program kerja yang terarah.
Dengan kepengurusan baru ini, PORDI Papua Barat diharapkan mampu memperluas pembinaan olahraga domino hingga ke daerah-daerah serta mempersiapkan Papua Barat menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan event domino berskala nasional.(LP3/Red)












