Peminjaman Online Meningkat di Papua Barat, OJK Ingatkan Hati-hati

Published on

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat Adolof Tunggul Simanjuntak mengungkapkan, per 31 Desember 2020 pertumbuhan kredit bank umum (yoy) Papua Barat sebesar 4,17% dengan penyaluran kredit sebesar Rp13,83 triliun. Angka ini lebih baik dari pertumbuhan kredit secara nasional yang tumbuh negatif sebesar 2,41% (yoy).

“Aset Bank Umum di Provinsi Papua Barat yoy pada Tahun 2020 mengalami pertumbuhan negatif atau cenderung stabil dengan pertumbuhan sebesar -0,45 % menjadi Rp25,99 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) di Papua Barat (yoy) juga mengalami pertumbuhan negatif menjadi Rp18,02 triliun atau tumbuh sebesar -4,36%. Hal tersebut mengakibatkan loan deposit ratio (LDR) bank umum di Papua Barat meningkat dari 70,5% pada tahun 2019 menjadi 76,7% pada tahun 2020,” jelas Adolf Simanjuntak, Jumat (25/3/21), di Swiss bel Manokwari.

Baca juga:  Refleksi Akhir Tahun, DPD BKPRMI Manokwari Gelar FGD Dorong Kemandirian Pemuda

Dijelaskan juga non performing loan (NPL) atau kredit macet bank umum di Provinsi Papua Barat juga mengalami perbaikan yaitu sebesar 2,53% lebih baik dari NPL bank umum secara nasional yaitu sebesar 3,06%.

“Realisasi piutang Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Papua Barat posisi Desember 2020 tercatat mencapai Rp690 Miliar atau tumbuh negatif sebesar 28,63%,” jelas Adolof.

Baca juga:  Resmikan Resto Yen Beba, Bupati Manokwari: Investasi Swasta Dorong Pembangunan Daerah

Bila dibandingkan tahun 2019, non performing finance (NPF) perusahaaan pembiayaan di Papua Barat relatif kecil sebesar 1,46%. Ini lebih baik dibandingan nasional yaitu sebesar 4,01%.

Kinerja pasar modal di tanah Papua Barat juga menunjukkan perkembangan yang sangat positif sepanjang tahun 2020 dengan peningkatan jumlah investor sebesar 80,37% atau sebanyak 5.790. Masyarakat Papua Barat telah menjadi investor di pasar modal dengan total kepemilikan saham sebesar Rp123,1 miliar.

“Penyaluran pinjaman melalui fintech peer to peer lending (pinjaman online) di Papua Barat hingga Desember 2020 sebesar Rp108,91 miliar, meningkat sekitar 133,38 % dengan akumulasi jumlah rekening peminjam/borrower sebesar 29.749 rekening (meningkat sebesar 148,9%),” tambahnya.

Baca juga:  Waspada! Manokwari Jadi Daerah Kerugian Investasi Ilegal Tertinggi di Papua Barat

Selain itu, terdapat 1.456 rekening milik masyarakat Papua Barat yang digunakan sebagai lender (pemberi pinjaman) pada fintech peer to peer lending.

Karena tren peminjaman online meningkat di Papua Barat, OJK mengingatkan masyarakat untuk teliti bila ingin melakukan peminjaman melalui pinjaman online. Masyarakat harus memastikan legalitas pinjaman online dimaksud melalui website ojk.go.id atau dapat melalui Kontak OJK 157. (LPB3/red)

Latest articles

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak...

0
KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas pantai di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pengiriman alat berat ini...

More like this

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih...

Ekspor Papua Barat Naik 16,36 Persen di Maret 2026, 98,95% Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat mengalami peningkatan sebesar 16,36 persen pada periode...