26.8 C
Manokwari
Rabu, Februari 18, 2026
26.8 C
Manokwari
More

    Waspadai Cuaca Ekstrem, Syahbandar Tunda Berangkatkan Kapal Perintis

    Published on

    MANOKWARI, Linkpapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan status siaga badai ekstrem dampak siklus tropis, untuk wilayah perairan laut daerah tersebut. Menyikapi status siaga itu, Syahbandar Manokwari menunda jadwal keberangkatan Kapal Perintis tujuan dari dan luar Manokwari.

    Sukirman, Petugas Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada Syahbandar Manokwari, mengatakan, Kapal Perintis harus ditunda keberangkatannya karena merupakan kapal penumpang yang bermuatan kecil, sehingga rentan kecelakaan. Terlebih lagi dikondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini.

    Penundaan keberangkatan pun dilakukan berdasarkan petunjuk BMKG dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla). Saat ini, sedikitnya ada empat Kapal Perintis yang ditahan keberangkatannya karena peringatan cuaca ekstrem akibat dampak siklon tropis.

    Baca juga:  Dilantik 26 September, Sertijab Pjs Bupati Bintuni Baru Dilaksanakan

    “Penundaan berdasarkan Siaran Pers Kepala Bagian Organinsasi dan Humas Ditjen Hubla Nomor: HMS.134/DJPL-2021 tertanggal 14 April tentang Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon, dan Siaran Pers BMKG Pusat tertanggal 12 April 2021,” kata Sukirman saat ditemui Linkpapua.com, Jumat (16/4/2021) di ruang kerjanya.

    Pantauan media ini, empat kapal yang tertahan di Pelabuhan Manokwari saat ini, ialah KMP. Sabuk Nusantara 63, KMP. Sabuk Nusantara 28, KMP. Sabuk Nusantara 112, dan KMP. Kasuari Pasifik III. Penundaan keberangkatan diberlakukan sampai ada instruksi terbaru dari pihak BMKG dan Ditjen Hubla.

    Baca juga:  Hermus-Waterpauw Letakkan Batu Pertama, Pasar Sentral Sanggeng Ditarget Rampung Pertengahan 2024

    “Penundaan keberangkatan kapal harus dilakukan demi keselamatan penumpang. Itu tujuan utamanya, bukan keselamatan kapal. Barang masih bisa dicari, tetapi menyelamatkan nyawa itu lebih penting,” kata Sukirman.

    Sementara, Kepala PT. Pelni (Persero) Manokwari Djunaidi Idrus mengaku, bahwa penundaan keberangkatan Kapal Perintis tidak mempengaruhi keberangkatan Kapal Penumpang yang dioperasikan oleh Pelni.

    Baca juga:  Pengasuh Ponpes di Manokwari Dukung Suyanto Jadi Wakil Bupati

    “Terkait siklus tropis itu, Kapal-kapal kita (Pelni) masih bisa diberangkatkan. Jadi penundaan keberangkatan Kapal Perintis tidak mempengaruhi jadwal operasional kita. Pelni tetap beroperasi seperti biasa,” kata Idrus.

    Informasi terkini dari BMKG Manokwari, gelombang laut diperkirakan akan mencapai tinggi enam meter berpotensi terjadi di Perairan laut Manokwari dan Biak. Sedangkan di Perairan Sorong dan Teluk Cendrawasih, potensi gelombang laut diperkirakan mencapai tinggi tiga meter, dengan masing-masing kecepatan angin maksimal mencapai 25 Knots atau 46.300 Km/jam.(LP7/red)

    Latest articles

    Ditpolairud Polda Papua Barat Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id– Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Papua Barat (Ditpolairud) melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama Komunitas Anak Air Manokwari. Kegiatan yang digelar  di kawasan...

    More like this

    Haryono May Harap Sekda Baru Mampu Realisasikan Target Pendapatan Anggaran Daerah

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou resmi melantik Yan Ayomi sebagai Sekretris Daerah (Sekda)...

    Bupati Hermus Lantik Yan Ayomi jadi Sekda Manokwari

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou pada Rabu (18/2/2026)resmi melantik Yan Ayomi sebagai Sekretaris...

    Trisep Kembali Usulkan Pembangunan Puskesmas Jangkau 3 Kelurahan

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kelurahan Padarni pada Rabu (18/2/2026), anggota...