28.3 C
Manokwari
Rabu, Februari 11, 2026
28.3 C
Manokwari

Search for an article

More

    Angka Kemiskinan Papua Barat Turun Jadi 19,58%, Berkurang 4,5 Ribu Orang

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai kondisi ekonomi di Papua Barat. Angka kemiskinan tercatat mengalami penurunan cukup signifikan pada periode September 2025.

    “Persentase penduduk miskin Papua Barat pada September 2025 sebesar 19,58 persen, menurun 1,08 persen poin terhadap Maret 2025,” tulis laporan BPS Papua Barat dikutip LinkPapua.id, Rabu (11/2/2026).

    Secara jumlah, penduduk yang masuk kategori miskin kini berkurang sebanyak ribuan jiwa. Saat ini, total penduduk miskin di Papua Barat tercatat mencapai 102,40 ribu orang.

    “Jumlah penduduk miskin Papua Barat pada September 2025 sebesar 102,40 ribu orang, turun 4,5 ribu orang terhadap Maret 2025,” lanjutnya.

    Meskipun secara total menurun, terdapat dinamika yang berbeda antara wilayah kota dan desa. Penduduk miskin di perkotaan mengalami kenaikan, sementara di desa justru mengalami penurunan drastis.

    “Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 9,22 persen, naik menjadi 9,60 pada September 2025. Sementara persentase penduduk miskin wilayah perdesaan pada Maret 2025 sebesar 25,88, turun menjadi 24,32 persen pada September 2025,” jelas BPS.

    Peningkatan penduduk miskin di kota tercatat sebanyak 1,2 ribu orang dalam kurun waktu enam bulan. Namun, angka ini tertutupi oleh penurunan signifikan jumlah warga miskin di wilayah desa.

    “Dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin Papua Barat September 2025 perkotaan naik sebanyak 1,2 ribu orang (dari 14,94 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 16,16 ribu orang pada September 2025). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 5,7 ribu orang (dari 91,95 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 86,25 ribu orang pada September 2025),” tulisnya.

    BPS juga merinci besaran Garis Kemiskinan yang menjadi standar di Papua Barat. Sebagian besar biaya dikeluarkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok.

    “Garis Kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp868.631 per kapita per bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp644.673 (74,22 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp223.958 (25,78 persen),” paparnya.

    Terakhir, laporan tersebut menyoroti rata-rata jumlah anggota keluarga dalam setiap rumah tangga miskin. Hal ini berimplikasi pada tingginya biaya hidup minimal yang harus dipenuhi setiap keluarga per bulannya.

    “Pada September 2025, secara rata-rata rumah tangga miskin di Papua Barat memiliki 6,51 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp5.654.788/rumah tangga miskin/bulan,” tutup laporan tersebut. (*/red)

    Latest articles

    Kabar Baik! Angka Pengangguran di Papua Barat Menyusut, Kini Sisa 4,34%

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Kabar menggembirakan datang dari sektor ketenagakerjaan di Provinsi Papua Barat pada akhir tahun 2025. Tingkat pengangguran tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan...

    More like this

    Kabar Baik! Angka Pengangguran di Papua Barat Menyusut, Kini Sisa 4,34%

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Kabar menggembirakan datang dari sektor ketenagakerjaan di Provinsi Papua Barat pada...

    Bantu UMKM Maybrat, OJK Dorong Warga Gunakan Akses Pembiayaan Formal

    MAYBRAT, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya mendorong...

    Masyarakat Adat Pasang Sasi di Kapal Seismik Fakfak, Operasi Migas Terhenti

    FAKFAK, LinkPapua.id - Masyarakat adat petuanan Raja Arguni di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melakukan...
    Exit mobile version