MANOKWARI, LinkPapua.id – Perayaan HUT ke-171 Pekabaran Injil di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat, menjadi berkah ekonomi bagi para nelayan lokal yang beralih profesi menjadi ojek perahu. Dalam sehari, para penyedia jasa penyeberangan ini mampu meraup pendapatan hingga Rp3 juta.
“Saya pribadi sangat senang karena bisa mengabdikan diri walaupun hanya sekadar mengantar jemput tamu ibadah. Di samping itu, kita juga mendapatkan upah,” ujar salah satu ojek perahu, Rocky, kepada wartawan di Pulau Mansinam, Kamis (5/2/2026).
Rocky merupakan nelayan asli Manokwari yang sudah lima tahun terakhir memanfaatkan momentum HUT PI untuk melayani jemaah. Dia rela meluangkan waktu tidak melaut demi mengantar jemput tamu ibadah menuju pulau bersejarah tersebut.
“Meskipun perahu bisa muat sampai 30 orang, tapi kami lebih mengedepankan keselamatan,” katanya.
Rocky menjelaskan tarif penyeberangan dari Manokwari menuju Pulau Mansinam dipatok seharga Rp10.000 per orang. Dengan kapasitas 15 hingga 20 penumpang sekali jalan, dia bisa mengantongi jutaan rupiah sejak pagi hingga malam.
“Ini umat mau ibadah, jadi kita tidak berani bawa banyak-banyak. Kalau sudah cukup, perahu kita jalankan, lalu kembali lagi untuk menjemput penumpang berikutnya,” tuturnya.
Faktor keselamatan menjadi prioritas utama Rocky meskipun permintaan penumpang sedang melonjak tinggi. Dia mengaku tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan muatan perahu pribadinya melebihi kapasitas aman.
Keberadaan ojek perahu ini menjadi elemen vital dalam mendukung kelancaran arus transportasi menuju pusat perayaan HUT PI. Fenomena tahunan ini membuktikan bahwa agenda keagamaan berdampak nyata pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Papua Barat. (LP14/red)
