Bertemu Bupati Raja Ampat, SKK Migas Ungkap Tantangan Besar di 2030

Published on

RAJA AMPAT, Linkpapua.com – Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) wilayah Papua & Maluku (Pamalu) mengungkapkan target besar memproduksi minyak 1 juta barel per hari di 2030. Target ini akan bisa dicapai dengan kerja-kerja simultan.

“Target yang dimintakan pemerintah kepada SKK Migas pada tahun 2030 untuk dapat memproduksikan minyak hingga 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari. Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi,” terang Kepala Perwakilan SKK Migas Pamalu, Subagyo saat bertemu Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, Jumat (3/12/2021).

Baca juga:  Satpol PP Ultimatum Pedagang Pasar Mbilim Kayam: Bongkar Lapak Lama sebelum 30 Mei

Dikatakan Subagyo, untuk menuju ke fase itu berbagai strategi harus ditempuh. Dalam jangka panjang nantinya, Petrogas akan mempersiapkan dukungan kegiatan-kegiatan untuk mencapai hal tersebut. Salah satu yang diharapkan SKK Migas adalah sokongan dari Pemkab Raja Ampat.

“Dengan tentunya terus mendapatkan dukungan kelancaran operasionalnya dari pemerintah daerah Raja Ampat”, jelas Subagyo.

Pertemuan ini turut dihadiri Operator WK Migas Salawati dan pihak Petrogas Island Ltd (PIL). Pertemuan ini dalam rangka mendengarkan masukan dari pemerintah daerah guna dukungan kelancaran operasional hulu migas yang potensi eksplorasi dan eksploitasinya masih tetap ada di masa depan.

Baca juga:  HUT Garda Muda Betkaf di Raja Ampat Meriah dengan Donor Darah Massal

Bupati Raja Ampat menyampaikan bahwa kedatangan rombongan SKK Migas-KKKS sebenarnya sudah lama dinanti-nantikan. Menurutnya, pertemuan ini memiliki arti penting. Agar terus tercipta sinergitas pemda dan SKK Migas.

Sementara itu General Manager Petronas sebagai Operator WK Salawati, turut memaparkan bagaimana kegiatan PIL yang daerah operasionalnya juga termasuk di Raja Ampat.

“Seperti diketahui, pada tanggal 22 April 2020, Petrogas Island baru menjadi operator WK Salawati, saat ini petrogas tengah mencoba mengevaluasi kelayakan keselamatan kerja pada fasilitas-fasilitas produksi yang membutuhkan pemutakhiran agar sesuai dengan peraturan yang ada”, ungkap Afar, GM PIL.

Baca juga:  Festival Suling Tambur Raja Ampat Catat Rekor MuRI

Selain itu, kata dia Petrogas masih terus mengevaluasi potensi cadangan di bawah permukaan yang mungkin ditemukan di lokasi-lokasi baru. Sehingga diharapkan bisa menambahkan produksi, yang saat ini produksinya terus menurun sesuai kondisi alamiahnya.

Pimpinan-pimpinan OPD juga diberi kesempatan untuk memberikan masukan dan solusi terkait kegiatan industri hulu migas. Usulan OPD diharapkan memperkuat posisi SKK Migas agar Raja Ampat tetap bisa menjadi kabupaten penghasil migas. (LP2/Red)

Latest articles

Papua Selatan Terbanyak, BNPB Ungkap 1.430 Hektare Lahan Masih Terbakar

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.430 hektare lahan di Indonesia masih terbakar dan belum padam. Papua Selatan menjadi wilayah dengan...

More like this

Pengurus PORDI Papua Barat Bertabur Anggota Dewan, Haryono May Siapkan Event Nasional

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat...

Hermus Buka Turnamen Domino, Dorong PORDI Hidupkan Olahraga Domino di Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari, Hermus Indou, secara resmi membuka turnamen domino yang digelar...

DPRP Papua Barat Dorong Perda Pemekaran Distrik, Syarat 10 Kampung Dinilai Memberatkan

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat mendorong penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang pemekaran distrik...