MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menargetkan pendataan terhadap 41.430 unit usaha pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Sensus ini menyasar seluruh pelaku usaha besar, menengah, hingga skala kecil yang tersebar di wilayah Papua Barat.
“Target pendataan sebanyak 41.430 usaha yang terdiri dari usaha besar, usaha menengah, dan usaha kecil. Jumlah ini masih bisa bertambah karena mungkin ada usaha yang belum terdata pada tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPS Papua Barat Merry kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (15/6/2026).

Sensus kali ini dirancang untuk menghasilkan data terkini mengenai berbagai sektor ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan. Selain unit usaha, petugas di lapangan juga mengumpulkan data dari seluruh rumah tangga guna memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara riil.
Merry menjamin seluruh kerahasiaan data yang diserahkan oleh masyarakat dilindungi penuh oleh undang-undang yang berlaku. Warga diimbau untuk menerima kedatangan petugas serta memberikan jawaban yang jujur mengenai kondisi usahanya.
“Data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya, sehingga tidak perlu khawatir,” tuturnya.
Selain itu, BPS meluruskan anggapan keliru di masyarakat yang kerap mengaitkan pengisian kuesioner sensus dengan syarat menerima bantuan sosial tunai dari pemerintah. Pihaknya menegaskan bahwa output dari agenda nasional ini murni berupa basis data untuk merancang program pemberdayaan UMKM.
“Kalau memang kondisi masyarakat tidak mampu, sampaikan apa adanya. Data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun program yang tepat sasaran,” ucapnya.
BPS juga akan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi adanya penolakan warga di wilayah pelosok. Petugas dipastikan tetap turun langsung ke rumah-rumah menggunakan kuesioner meskipun harus mengakses area geografis yang sulit.
“Jika masyarakat menolak didata, tentu data mereka tidak akan masuk dalam basis informasi yang digunakan pemerintah. Karena itu, kami berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam sensus ini,” pungkasnya. (LP14/red)








