MANOKWARI, LinkPapua.id – Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba, menargetkan pemekaran 10 distrik sebagai tahapan awal pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meiyakh dan Kabupaten Puncak Arfak, Papua Barat. Pemerintah daerah menyiapkan masing-masing lima distrik untuk mendukung pembentukan dua kabupaten baru tersebut.
“Pemekaran harus dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kampung, distrik, hingga kabupaten. Karena itu, pemekaran distrik menjadi prioritas yang harus diselesaikan sebelum melangkah ke tahapan berikutnya,” ujar Saiba saat rapat pemekaran DOB di Valdos Hotel, Manokwari, Jumat (6/11/2026).
Saiba mengatakan pemekaran distrik dapat dimulai karena pembiayaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sementara itu, pemekaran kampung menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dia menyebut proses pemekaran distrik telah dimulai dan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegaf menargetkan proses tersebut tidak melewati tahun 2027.
“Aspirasi pemekaran ini selanjutnya akan panitia bawa dan disampaikan kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, untuk mendapatkan dukungan dan tindak lanjut pemerintah provinsi,” tuturnya.
Pegaf Usulkan 203 Kampung ke Kemendagri
Selain pemekaran distrik, Saiba mengungkapkan pemerintah daerah telah mengusulkan pemekaran 203 kampung kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia mengklaim jumlah tersebut menjadi salah satu usulan pemekaran kampung terbanyak di Indonesia.
Dari 203 kampung yang diusulkan, sebanyak 37 kampung berada di wilayah Menyambouw. Namun, usulan pemekaran tersebut belum diterima karena masih terkendala persyaratan jumlah penduduk.
“Masalahnya penduduk masih kurang, sehingga sampai sekarang belum diterima,” ungkapnya.
Siapkan Anggaran Kajian Akademik 2 DOB
Untuk mendukung perjuangan pembentukan Kabupaten Pegunungan Meiyakh dan Kabupaten Puncak Arfak, Pemkab Pegaf telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penyusunan kajian akademik bagi kedua calon DOB.
Saiba menekankan pentingnya koordinasi seluruh pihak dalam memperjuangkan pemekaran. Kajian akademik, kesiapan administrasi, serta dukungan anggaran harus dipersiapkan agar proses pembentukan dua kabupaten baru memiliki dasar yang kuat.
Dia berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat menyatukan langkah dalam memperjuangkan aspirasi pemekaran. Pembentukan DOB diharapkan dapat mendekatkan pelayanan pemerintahan dan mempercepat pembangunan di wilayah Pegunungan Arfak.
“Kita berjuang sekarang mungkin manfaatnya akan kita rasanya 5 hingga 10 tahun. Yang terpenting masyarakat perlu dukung dan kita berjuang bersama,” ucapnya. (LP14/red)
