Dianggap Beban Bagi Keuangan Daerah, Dewan Minta OPD Stop Terima Honorer

Published on

Manokwari,Linkpapuabarat.com- Wakil ketua DPRD Manokwari, Bons.S. Rumbruren meminta OPD di lingkup pemkab Manokwari tidak lagi menerima pegawai honorer. Menurutnya, saat ini jumlah tenaga honorer d Manokwari sangat membebani keuangan daerah.

“Saat ini jumlah tenaga honorer dilingkup pemkab Manokwari mencapai 4 ribuan orang, padahal sebelumnya hanya 2 ribuan orang. Jumlah ini meningkat dari beberapa tahun terakhir.  Akhirnya, belanja pegawai digunakan membayar gaji honorer. Untuk itu semua OPD stop terima pegawai honorer lagi,”ungkap Bons Jumat (20/11/2020) di kantor DPRD Manokwari.

Baca juga:  Satpol PP Manokwari Fokus Awasi Penjualan Minol Cegah Kebocoran PAD

“Penambahan harus dihentikan. Bagaiamapun caranya harus dihentikan. Sebab, jumlah tenaga honorer di Kabupaten Manokwari sudah banyak, yang sudah ada juga belum jelas nasibnya, apalagi saat ini di tiap OPD terus merekrut tenaga honorer baru,” lanjut Rumbruren.

Dia juga mengaku prihatin dengan nasib para honorer di Kabupaten Manokwari yang hingga saat ini belum ada kejelasan.

“Terlebih banyak honorer yang umurnya diatas 35 tahun dan hingga saat ini statusnya masih saja honorer karena tidak ada kepastian untuk diangkat menjadi PNS,” papar Rumbruren.

Baca juga:  Pemkab Manokwari Pastikan Peserta JKN Tak Dibebani Iur Biaya Tambahan

Untuk itu, dia meminta semua OPD segera menghentikan rekrutmen tenaga honorer baru. BKD diminta segera berkirim surat penegasan kesetiap OPD untuk tidak menerima honorer baru apapun alasannya.

“Kami minta semua OPD menghentikan rekruitmen tenaga honorer baru. Kami juga meminta Pemkab Manokwari segera mencari solusi terkait kejelasan nasib honorer yang sudah ada,” tandas Rumbruren.

“Kalau pegawai honor dipekerjakan di OPD, suka atau tidak hak mereka harus diberikan. Selama ini memang perekrutannya juga tidak jelas, apakah mereka mendaftar langsung atau melalui orang dalam. Kalau APBD sudah ditetapkan lalu masuk ditengah-tengah, mau bayar gaji mereka pakai alokasi dari mana. Ini yang harus dipahami oleh semua pihak,”tambah dia.

Baca juga:  Diajak ke Kebun, IRT di Manokwari Ditembak Suami

Rumbruren menambahkan saat ini tenaga honorer yang masuk dalam status honorer daerah( Honda) di lingkup pemkab Manokwari tersebar di OPD, fasilitas kesehatan dan pendidikan. Selama ini upah yang diterima berdasarkan tingkat pendidikan.(LPB3/red).

Latest articles

BKD Papua Barat Bahas Tuntutan PPPK 2022 Bersama DPRP, Pengangkatan Jabatan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – BKD Papua Barat membahas sejumlah tuntutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi 2022 bersama DPRP Papua Barat. Aspirasi tersebut meliputi...

More like this

Sepekan Jelang HUT Manokwari, Pemkab Manokwari Genjot Gerakan Bersih Kota

MANOKWARI, Linkpapua.id– Pemerintah Kabupaten Manokwari tidak menggelar kegiatan perayaan secara semarak dalam rangka memperingati...

Hermus Tekankan Tanggung Jawab dan Kontribusi Nyata bagi Pejabat yang Baru Dilantik

MANOKWARI, Linkpapua.id– Bupati Manokwari, Hermus Indou, meminta pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik...

Hermus: TPP ASN Manokwari Tiga Bulan Dibayar Bulan Ini

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari, Hermus Indou, memastikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur...