DPRK Sentil RPJMD Teluk Wondama, Desak Atasi Ketimpangan Pendidikan-Pembangunan

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyoroti masih tingginya ketimpangan layanan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi antarwilayah. DPRK mendesak agar RPJMD 2025-2029 bisa menghadirkan solusi nyata untuk memangkas kesenjangan tersebut.

“Realitas menunjukkan masih banyak saudara-saudari kita di wilayah pedalaman yang belum melek huruf atau buta aksara ataupun hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SD,” kata Anggota DPRK Teluk Wondama Bernadus A Imburi saat membacakan pemandangan umum fraksi dalam rapat paripurna di Gedung DPRK Teluk Wondama, baru-baru ini.

Baca juga:  Polda Papua Barat Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 

Dia menegaskan perlu ada terobosan agar pembangunan sumber daya manusia (SDM) merata di semua wilayah. DPRK mengingatkan agar RPJMD tidak hanya berpihak pada perkotaan, tapi juga menjangkau pesisir, kepulauan, hingga pedalaman.

“Karena itu, kiranya perlu ada terobosan yang diambil agar pembangunan sumber daya manusia bisa merata di setiap wilayah atau setidak-tidaknya perlu ada upaya nyata agar tidak terjadi kesenjangan yang begitu jauh dari wilayah perkotaan dengan wilayah pinggiran dan pedalaman,” lanjut politisi Partai Golkar itu.

Baca juga:  Teluk Wondama Tetap 3 Dapil, Caleg Berebut 20 Kursi di DPRD

Sesuai visi misi daerah dalam RPJMD 2025-2029, fokus pembangunan pada tahun 2026 adalah akselerasi kualitas SDM. Bupati Teluk Wondama lewat jawaban resmi yang dibacakan Wakil Bupati Anthonius Alex Marani menyebut ada strategi pemerataan pendidikan lima tahun ke depan.

Alex memaparkan konsep peningkatan layanan pendidikan dan literasi dasar dengan semboyan “setiap rumah adalah sekolah”. Skema itu disebut sejalan dengan semangat Otonomi Khusus Papua yakni Papua Cerdas.

Baca juga:  DPRK Teluk Wondama Usul RSUD Alberth Torey Tambah Dokter Kandungan

Selain itu, pemerintah daerah mendorong model pendidikan unggul berbasis kearifan lokal. Fokusnya bukan hanya akademik, tapi juga nilai moral, spiritualitas, dan adat istiadat orang Wondama.

“Tiga, inklusif dan berkeadilan, yaitu memastikan bahwa setiap anak Wondama, tanpa terkecuali, mendapatkan akses pendidikan berkualitas dari kampung sampai kota,” ucap Alex. (rex/red)

Latest articles

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI). Dalam...

More like this

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras Terobos Razia

MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan...

Sambut Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026, BI Papua Barat Tekankan Pentingnya Data Berkualitas

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menggelar Media Briefing dalam...

Dandim 1801 Manokwari: Antusiasme Tinggi, Turnamen Domino HUT TNI ke-81 Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Antusiasme masyarakat mengikuti Turnamen Domino dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)...