DPRK Wondama Siapkan Raperda Pemajuan Kebudayaan Daerah, Kemenbud Dukung

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyiapkan Raperda Pemajuan Kebudayaan Daerah untuk melindungi kekayaan seni budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal Wondama. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendukung inisiatif DPRK untuk melahirkan regulasi tersebut.

“Raperda pemajuan kebudayaan daerah ini kami pandang penting untuk perlu ada karena berangkat karena Kabupaten Teluk Wondama memiliki kekayaan seni budaya, adat istiadat serta tradisi dan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dipelihara kelestariannya agar tidak hilang ditelan kemajuan jaman,” kata Ketua Bapemperda DPRK Teluk Wondama Robert Gayus Baibaba dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Baca juga:  Ketua DPRK-Bupati Teluk Wondama Ajak Warga Sukseskan 1 Abad Peradaban Orang Papua

Draf Raperda Pemajuan Kebudayaan Daerah telah dibahas bersama Kemenbud di Jakarta, beberapa waktu lalu. Gayus mengatakan pembahasan itu menjadi bagian dari persiapan DPRK Teluk Wondama untuk memperkuat perlindungan objek kebudayaan daerah.

Gayus menjelaskan perda tersebut penting untuk menjaga seni budaya, adat istiadat, tradisi, kearifan lokal, bahasa daerah, dan situs-situs bersejarah. Menurutnya, seluruh objek kebudayaan itu perlu dijaga, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Raperda Pemajuan Kebudayaan Daerah secara umum mengatur tata cara perlindungan terhadap objek kebudayaan daerah. Regulasi itu juga mengatur pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan terhadap seluruh objek kebudayaan di Teluk Wondama.

Baca juga:  DPRK Teluk Wondama Fasilitasi 5 Raperda Prioritas Bersama Biro Hukum Papua Barat

“Target kami adanya perda ini dapat membangkitkan kesadaran kolektif semua pihak di Wondama untuk mau bergerak bersama memajukan kebudayaan daerah sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat juga kepentingan pembangunan daerah ke depan, “ ujar politisi PDIP ini.

Menurut Gayus, Kemenbud menyambut baik inisiatif DPRK Teluk Wondama. Dia menyebut dukungan itu diberikan karena Wondama dinilai memiliki kekayaan budaya yang lengkap.

Baca juga:  APBD-P 2024 Wondama Ditetapkan Rp1,2 T, DPRK Singgung Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi 

Selain seni, adat istiadat, dan kearifan lokal, Teluk Wondama juga memiliki banyak situs kerohanian. Gayus menyebut kekayaan tersebut menjadi pembeda Teluk Wondama dengan daerah lain.

“Jadi pada prinsipnya Kementerian Kebudayaan mendukung penuh karena kita Kabupaten Teluk Wondama dianggap merupakan kabupaten dengan kekayaan budaya yang lengkap sekali karena tidak hanya seni, adat istiadat, kearifan lokal tetapi kita juga ada banyak situs-situs kerohanian, itu yang membedakan kita dari daerah lain,” beber mantan Ketua KPU Teluk Wondama ini. (rex/red)

Latest articles

Posma Wijaya Gantikan H Meidi Prakoso sebagai Ketua Takmir Masjid An...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Suasana khidmat menyelimuti acara serah terima jabatan Ketua Takmir Masjid An Nur Wosi Dalam dari H Meidi Prakoso kepada Posma Wijaya. Prosesi pergantian kepemimpinan...

More like this

‎Pelayanan Setara, Ibu Hamil di Manokwari Nyaman Jalani Persalinan sebagai Peserta JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Manokwari, Papua Barat, Paula Carvalho...

‎Karhutla di Gunung Botak Mansel Berangsur Reda, Polisi Temukan Tiga Titik Api

MANSEL, LinkPapua.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Manokwari...

Diskominfo SP Bintuni Bagikan Starlink-Solar Panel ke Sekolah dan Puskesmas di Pedalaman Moskona

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SP) Kabupaten Teluk...