26.2 C
Manokwari
Senin, Maret 9, 2026
26.2 C
Manokwari
More

    Ekspor Papua Barat Turun, Papua Barat Daya Juga Seret di Agustus 2025

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Kinerja ekspor Papua Barat dan Papua Barat Daya sama-sama melemah pada Agustus 2025. Kedua provinsi mencatat penurunan nilai ekspor dibanding bulan sebelumnya.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Papua Barat turun 20,42 persen dari US$281,73 juta pada Juli menjadi US$224,21 juta. Hampir seluruh nilai ekspor Papua Barat didominasi bahan bakar mineral.

    “Bahan bakar mineral (HS27) merupakan golongan barang yang memiliki nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada Agustus 2025, yaitu sebesar US$219,22 juta atau 97,77 persen dari total ekspor Papua Barat,” tulis BPS dalam laporan resminya dikutip LinkPapua.id, Sabtu (4/10/2025).

    Baca juga:  Wabup Raja Ampat Jenguk Siswa Keracunan Menu MBG, Evaluasi Dapur Penyedia

    Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar Papua Barat dengan nilai US$101,62 juta atau berkontribusi 45,32 persen. Barang ekspor dikirim melalui tiga pelabuhan laut dan satu pelabuhan udara.

    Sepanjang Agustus, tidak ada dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk ke Papua Barat. Neraca perdagangan provinsi ini tetap surplus sebesar US$224,21 juta atau 508,88 ribu ton secara volume.

    Baca juga:  BPS Papua Barat Catat Tingkat Hunian Kamar Hotel Turun 33,03 Persen

    Kondisi serupa terjadi di Papua Barat Daya. Nilai ekspor provinsi termuda itu turun 15,01 persen dari US$1,39 juta pada Juli menjadi US$1,19 juta di Agustus 2025.

    “Ikan dan udang (HS03) menjadi komoditas ekspor terbesar Papua Barat Daya, senilai US$1,10 juta atau 92,72 persen dari total ekspor,” tulis BPS.

    Tiongkok juga menjadi tujuan ekspor terbesar Papua Barat Daya dengan nilai US$0,38 juta atau 32,39 persen dari total ekspor. Namun, berbeda dengan Papua Barat, provinsi ini justru mencatat lonjakan impor.

    Baca juga:  Kapolda Papua Barat Pimpin Ibadah Minggu Raya di Gereja Syalom Andai

    Impor Papua Barat Daya naik 100 persen dari 0 menjadi US$0,82 juta. Bahan bakar mineral (HS27) menjadi satu-satunya komoditas impor, seluruhnya berasal dari Tiongkok.

    Neraca perdagangan Papua Barat Daya tetap surplus US$0,36 juta. Namun secara volume, neraca perdagangan justru defisit sebesar 1,46 ribu ton. (*/red)

    Latest articles

    Hangat! Momen Gubernur Dominggus Bukber Bareng Forkolimasi di Masjid Al-Falah Wosi

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menghadiri buka puasa bersama Forum Komunikasi Lintas Masjid (Forkolimasi) Papua Barat di Masjid Al-Falah AMD Wosi,...

    More like this

    Hangat! Momen Gubernur Dominggus Bukber Bareng Forkolimasi di Masjid Al-Falah Wosi

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menghadiri buka puasa bersama Forum Komunikasi...

    Waspada! Manokwari Jadi Daerah Kerugian Investasi Ilegal Tertinggi di Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan kerugian akibat penipuan dan investasi ilegal...

    OJK PB-PBD Terima 55 Layanan Pengaduan, Perusahaan Leasing Terbanyak

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 55 layanan pengaduan dan informasi sektor...