26.7 C
Manokwari
Selasa, Februari 10, 2026
26.7 C
Manokwari
More

    Gubernur Dominggus Curiga Ada Oknum di Balik Polemik Lahan SMA Taruna Manokwari

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mencium adanya ketidakberesan di balik polemik lahan SMA Taruna Kasuari Nusantara seluas 20 hektare yang diklaim warga belum lunas. Dominggus menduga ada keterlibatan oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi pembayaran lahan demi kepentingan pribadi.

    “Sebenarnya kita sudah bayar lunas, tetapi kita akan cek kembali secara lebih detail dan transparan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Dominggus saat meninjau lokasi pembangunan di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kamis (15/1/2026).

    Gubernur meminta seluruh dokumen pembayaran dan data kepemilikan segera diverifikasi ulang secara menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan pihak mana yang sebenarnya telah menerima mandat pembayaran sebelumnya.

    Baca juga:  Dirlantas Polda Papua Barat Tinjau Persiapan KTL Pro

    “Kalau memang ada yang belum dibayar, pemerintah provinsi siap membayar agar hak masyarakat adat dipenuhi,” tegasnya.

    Dominggus menjamin pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban jika ditemukan bukti sah adanya petak lahan yang terlewat. Ia menekankan pentingnya transparansi agar tidak ada lagi konflik berkepanjangan dengan pemilik hak ulayat.

    “Saya tidak ingin pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara terhambat. Sekolah ini harus saya resmikan sebelum masa jabatan saya berakhir,” katanya.

    Baca juga:  Rapat Kerja RPJMD Papua Barat 2025-2030 Hasilkan 12 Kesepakatan Strategis

    Target peresmian sekolah ini menjadi prioritas utama bagi Dominggus di sisa masa jabatannya. Dia tidak ingin persoalan administrasi lahan menjadi penghambat utama pembangunan fisik fasilitas pendidikan unggulan tersebut.

    “Saya minta dukungan semua pihak agar pembangunan ini tidak terhambat,” ucapnya.

    Diberitakan sebelumnya, pembangunan SMA Taruna di Manokwari dibayangi persoalan tunggakan pembayaran lahan senilai Rp 2,9 miliar. Pemprov Papua Barat diminta segera melunasi hak masyarakat adat guna menghindari konflik berkepanjangan di lokasi pembangunan.

    “Ada masyarakat yang mengadang dan meminta penjelasan karena lahan mereka belum dibayar. Itu yang langsung saya laporkan kepada Gubernur (Dominggus Mandacan) untuk ditindaklanjuti,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, saat meninjau lokasi di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kamis (15/1).

    Baca juga:  BPBD Papua Barat Singgung Alih Fungsi Lahan Pemicu Banjir-Longsor

    Barnabas mengaku sempat diadang pemilik hak ulayat saat melakukan pengecekan awal di lokasi pembangunan. Persoalan ini mencuat tak lama setelah dirinya menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan.

    “Hak masyarakat harus diselesaikan lebih dulu agar ke depan tidak menjadi hambatan dan konflik dalam proses pembangunan,” katanya. (LP14/red)

    Latest articles

    Buka Manasik Haji Terintegrasi Digelar, Wabup Mugiyono Doakan Raih Haji Mabrur

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2025 Masehi bagi jemaah calon haji...

    More like this

    Anggota DPR RI Cheroline Sosialisasi 4 Pilar ke Pelajar Manokwari, Tekankan Cegah Bullying

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Anggota DPR RI Cheroline Chrisye Makalew menekankan pencegahan bullying saat menyosialisasikan...

    Gubernur Dominggus Luncurkan Buku Alkitab dan Konservasi Alam, Satukan Iman-Lingkungan

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meluncurkan buku 'Alkitab dan Konservasi Alam'...

    Gubernur Dominggus Dorong Sinergi Gereja-Pemerintah-Adat di Papua Barat

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong sinergi gereja, pemerintah, dan masyarakat...