25.2 C
Manokwari
Sabtu, Maret 28, 2026
25.2 C
Manokwari

Search for an article

More

    Inflasi Papua Barat Januari 2026 Tembus 5,02%, Sektor Perumahan Melonjak

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Provinsi Papua Barat mencatatkan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,02 persen pada pembukaan tahun 2026. Lonjakan harga pada sektor perumahan dan energi menjadi pendorong utama kenaikan indeks di wilayah tersebut.

    “Pada Januari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Papua Barat sebesar 5,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,76,” tulis Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan resminya, Rabu (4/2/2026).

    BPS merinci bahwa inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga yang signifikan di hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Sektor perumahan hingga kebutuhan energi rumah tangga tercatat mengalami kenaikan yang sangat tajam.

    “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 18,97 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 8,21 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 6,53 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,68 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau 3,51 persen; kelompok transportasi 2,39 persen; kelompok kesehatan 1,44 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,68 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,52 persen,” tulis BPS merincikan.

    Meskipun mayoritas sektor mengalami kenaikan, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang justru mencatatkan penurunan harga. Sektor pendidikan menjadi salah satu yang mengalami deflasi di tengah tren kenaikan harga awal tahun.

    “Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pendidikan 2,37 persen; dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,92 persen,” sebut BPS dalam laporannya.

    Secara kumulatif, pergerakan inflasi bulanan di Papua Barat terpantau relatif rendah di awal tahun ini. Data menunjukkan adanya stabilitas harga yang terjaga jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

    “Provinsi Papua Barat bulan Januari 2026 mengalami inflasi month to month (m-to-m) dan inflasi year to date (y-to-d) masing-masing sebesar 0,02 persen,” lapor BPS. (*/red)

    Latest articles

    BGN Hentikan Sementara 1.528 SPPG di Indonesia, Ini Penyebabnya

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional sementara sebanyak 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Langkah suspensi ini dilakukan...

    More like this

    9 Tim Siap Tampil di Liga 4 Papua Barat, Dibuka 31 Maret oleh Gubernur

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Panitia penyelenggara menggelar Match Coordinator Meeting (MCM) Liga 4 Papua Barat sebagai...

    7 Komisioner OJK Resmi Dilantik di MA, Janji Perketat Pengawasan

    JAKARTA, LinkPapua.id - Tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2032...

    TNI AL Gelar Penghormatan untuk 2 Marinir Gugur di Maybrat, Pastikan Hak Keluarga

    JAKARTA, LinkPapua.id - TNI Angkatan Laut (AL) menggelar prosesi penghormatan terakhir bagi dua prajurit...
    Exit mobile version