Kejanggalan Kematian Alumni P2TIM: Jenazah Dikirim Kargo Tanpa Pendamping-Luka di Leher

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Keluarga Kristian Roberto Suu (20) mencium kejanggalan terkait kematian alumni P2TIM Petrotekno tersebut di kawasan tambang Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pihak keluarga menemukan luka robek serius pada bagian leher jasad korban saat tiba di rumah duka.

“Dia berangkat ke Weda itu bersama teman-temannya dari P2TIM pada bulan September 2025. Satu bulan setelah lulus. Sekarang dia pulang sendiri dalam peti mati,” ujar ibu korban, Salomina Murmana, saat mengadu ke Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Rabu (29/4/2026).

Salomina menceritakan momen saat melepas sang anak bekerja ke luar daerah satu bulan setelah lulus pelatihan. Kristian merupakan Angkatan 18 P2TIM Petrotekno yang lulus pada 19 Agustus 2025 bersama 97 siswa lainnya.

Baca juga:  Warga Mansel Tewas Ditembak Misterius Saat Pulang dari Kebun

Ibu korban menegaskan upaya hukum menjadi jalan terakhir bagi keluarga untuk mendapatkan transparansi. Dia menuntut kejujuran dari semua pihak yang terlibat dalam pengiriman tenaga kerja tersebut ke Maluku Utara.

“Hanya itu yang kami harapkan. Kami ingin adanya keadilan dan kejujuran dari pihak-pihak terkait,” tukas Salomina.

Pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan komunikasi yang jelas dari aparat kepolisian maupun manajemen perusahaan tambang. Salah seorang kerabat laki-laki Kristian kemudian mengungkapkan kekecewaannya mengenai minimnya informasi resmi.

Baca juga:  Wabup Bintuni Minta Wi-Fi Dipasang di Puskesmas Pesisir-Gunung

“Tidak ada, Pak. Tidak ada. Kami hanya menerima informasi dari temannya Kristian, bahwa dia meninggal dan jasadnya sudah dikirim ke Manokwari,” ungkap kerabat tersebut.

Jasad korban menempuh perjalanan dari Halmahera menuju Manokwari hanya melalui jasa kargo pesawat tanpa pendampingan perusahaan. Keluarga yang menjemput di bandara bahkan tidak bertemu satu pun perwakilan instansi terkait.

Bupati Yohanis merespons pengaduan tersebut dengan menyiapkan bantuan hukum. Dia menegaskan pemerintah daerah akan mendampingi keluarga untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Baca juga:  Manajemen Petrotekno Kunjungi Rumah Alumni P2TIM Meninggal Tak Wajar di Obi, Beru Uang Duka

“Ini anak-anak kita juga. Nanti kita dampingi untuk mengurus masalahnya dengan baik,” ucapnya.

Langkah ini bertujuan mengungkap kebenaran di balik luka leher yang mengarah pada dugaan pembunuhan di kawasan industri Desa Kawasi. Kristian sebelumnya bekerja di PT Karunia Permai Sentosa (KPS) yang merupakan bagian dari Harita Nickel Division Group.

Pemuda asal Horna Baru tersebut meninggal secara mendadak pada Jumat (17/4). Kondisi jasad yang tidak wajar memicu desakan dari pemerintah daerah agar kasus ini terbuka secara terang benderang. (LP5/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...

Survei Kerukunan Bintuni, Wabup Joko Minta Data Disampaikan Objektif

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Wabup Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat...

Antisipasi Konflik Zona Merah, Kesbangpol Bintuni Masuk Kampung Perkuat Wawasan Kebangsaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...