Kepala Distrik Weriagar Bantah Isu 2 Bayi Meninggal Akibat Gizi Buruk

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Distrik Weriagar, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Agustinus Hindom membantah kabar yang menyebut dua bayi di wilayahnya meninggal dunia akibat gizi buruk. Agustinus menegaskan kematian bayi bernama Milka Jare (1 tahun 9 bulan) dan Meki Noware (8 bulan) disebabkan oleh diare akut.

“Jadi pada kesempatan ini, saya meluruskan informasi yang beredar, tidak benar ada bayi di Weriagar yang meninggal karena gizi buruk. Informasi ini harus diluruskan karena berpotensi menyesatkan,” ujar Agustinus Hindom dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Isu mengenai gizi buruk ini bermula dari informasi yang dirilis salah satu media lokal di Teluk Bintuni. Agustinus kemudian melakukan klarifikasi langsung kepada pimpinan Puskesmas Weriagar untuk memastikan fakta medis yang sebenarnya.

“Yang berikutnya, masih ada beberapa rumah warga belum mempunyai MCK/jamban berstandar kesehatan. Dengan penjelasan fakta lapangan, maka sebagai kepala distrik saya menepis adanya isu di media bahwa adanya gizi buruk di Distrik Weriagar,” tegasnya.

Berdasarkan pelacakan lapangan bersama tim medis dan lembaga kesehatan, ditemukan masalah sanitasi yang buruk di perkampungan korban. Lingkungan tempat tinggal orang tua bayi tersebut diketahui sangat minim sarana air bersih.

Agustinus pun merinci kronologi medis pasien Milka Jare yang sempat mendapatkan penanganan di puskesmas sejak 7 Februari dengan keluhan diare. Namun, kondisi pasien memburuk hingga mengalami penurunan kesadaran dan gagal napas pada 14 Februari lalu.

“Pasien dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Weriagar oleh tim medis setelah berkoordinasi dengan dokter puskesmas,” jelas Agustinus.

Sementara itu, untuk kasus bayi Meki Noware, tim medis sempat memberikan terapi pengobatan pada 16 Februari setelah keluarga melapor pasien mengalami muntaber. Namun, saat tim medis melakukan pengecekan ulang ke rumah pasien pada pagi harinya, bayi tersebut ditemukan sudah meninggal dunia.

“Dengan kejadian ini, tentu menjadi pelajaran berharga buat saya sebagai kepala wilayah, untuk mengajak seluruh masyarakat di Distrik Weriagar menjaga kebersihan lingkungan. Saya juga akan koordinasikan dengan Pak Bupati, untuk menata sarana prasarana wilayah, terutama kebutuhan air bersih untuk masyarakat,” pungkasnya. (LP5/red)

 

Latest articles

DPRK Wondama Dorong Pemkab Berikan TPP ASN Triwulan IV 2026, Jadi...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, kembali mendorong Pemkab Teluk Wondama mengupayakan pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN pada triwulan...

More like this

DPRK Wondama Dorong Pemkab Berikan TPP ASN Triwulan IV 2026, Jadi Kado Nataru

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, kembali mendorong Pemkab Teluk Wondama...

SMA Katolik Villanova Gelar SMAKVILL Cup, Wadah Bakat dan Sportivitas Pelajar Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – SMA Katolik Villanova Manokwari menggelar SMAKVILL Cup Basket 2026 sebagai wadah...

Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN Manokwari, Bukti Dinilai Terabaikan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi berinisial MA mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dalam...