Kredit Ganda yang Libatkan Oknum TNI dan Bank, Kejati Papua Barat Selidiki

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Sebanyak 58 prajurit TNI di Manokwari, Papua Barat, mengalami masalah terkait pengajuan kredit di sebuah bank pelat merah. Diduga, kredit yang diajukan para prajurit ini digandakan oknum bendahara TNI yang bekerja sama dengan pegawai bank.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati( Papua Barat, Harli Siregar, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menyelidiki kasus kejahatan perbankan tersebut.

“Penyimpangan penyaluran kredit yang diberikan kepada sekitar 58 anggota TNI di Papua Barat. Ini perkara koneksitas karena melibatkan TNI dan sipil,” kata Harli kepada wartawan di Manokwari, Jumat (31/5/2024).

Baca juga:  Hadiri Peringatan Isra Mi'raj, Hermus Indou Sampaikan Pesan Persatuan dan Kesatuan

Harli menjelaskan kasus ini sedang ditangani Bidang Pidana Militer Kejati Papua Barat. Dia menekankan pentingnya peran media dalam mengawasi dan memonitor kasus ini sebagai bagian dari masyarakat.

Menurut informasi, puluhan anggota TNI akan dipanggil dan diperiksa Kejati Papua Barat untuk mengusut dugaan kejahatan yang melibatkan oknum internal di bank tersebut.

Baca juga:  2 Kajari Berganti, Kajati Papua Barat Wanti-wanti Soal Korupsi

Dugaan penyimpangan ini terjadi pada tahun 2022, di mana oknum bendahara TNI diduga bekerja sama dengan oknum pegawai bank untuk memuluskan kredit bagi sekitar 58 personel TNI di Papua Barat.

Modus operandi yang dilakukan adalah dengan mengajukan kredit menggunakan SK para prajurit dengan nilai maksimal Rp100 juta, tetapi oleh pelaku dinaikkan hingga Rp200 juta.

Baca juga:  Parlemen Jalanan Desak Kejati Papua Barat Transparan soal Aduan Jaksa Sorong

Masalah muncul ketika para prajurit merasa gaji mereka terus dipotong sistem, padahal mereka merasa bahwa batas kredit sudah selesai.

Hingga saat ini, sudah ada delapan saksi dari pihak militer yang diperiksa, menurut Asisten Pidana Militer Kejati Papua Barat, Ridho Sihombing.

“Sedang dalam pemeriksaan saksi sudah delapan saksi dari pihak militer,” ucap Ridho. (LP2/red)

Latest articles

TPA Arfai Dinilai Tak Lagi Ideal, Senator Papua Barat Dorong Pemda...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPD RI perwakilan Papua Barat, Lamek Dowansiba, menyoroti persoalan tata kelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Arfai, Kabupaten Manokwari. Menurutnya, lokasi...

More like this

TPA Arfai Dinilai Tak Lagi Ideal, Senator Papua Barat Dorong Pemda Cari Lokasi Baru

MANOKWARI, Linkpapua.id – Anggota DPD RI perwakilan Papua Barat, Lamek Dowansiba, menyoroti persoalan tata...

BPS Papua Barat Matangkan Indikator Sasaran Visi dan Pembangunan Tahun 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD)...

Latihan 3 Bulan, Kaimana Juara CCR Anak Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kontingen Kabupaten Kaimana menjuarai lomba cerdas cermat rohani (CCR) anak...