Kumpulkan Forkopimda di Mansel, Ali Baham Bicara Keamanan-Kesejahteraan

Published on

MANSEL, Linkpapua.com- Pejabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere memimpin apel gabungan di Lapangan Garuda, Ransiki, Manokwari Selatan, Jumat (15/12/2023). Ali Baham berbicara banyak hal. Dari soal keamanan hingga kesejahteraan rakyat.

Hadir Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, Plt Sekda Adolop Kawei dan Dandim 1808 Letkol Arm Adin Suroyo. Hadir juga Kapolres AKBP Eliantoro Jalmaf, Kabinda Papua Barat dan jajaran forkopimda.

Bupati Markus Waran melaporkan situasi Kamtibmas di Manokwari Selatan kepada Ali Baham. Ia mengatakan, kondisi di Mansel sangat terkendali. Masa masa kampanye juga masih relatif kondusif.

Baca juga:  18 CPNS Formasi 2018 Mansel Terancam Gugur Pemberkasan

“Untuk itu, kami mohon arahan dan bimbingan dari Pj Gubernur. Sebagai petunjuk bagi kami pemerintah Manokwari Selatan, TNI/Polri dan masyarakat agar situasi bisa tetap aman,” katanya.

Ali Baham dalam sambutanya memberikan gambaran tentang pemerintahan dan semangat awal terbentuknya Kabupaten Mansel. Kata dia, Kabupaten Manokwari Selatan lahir untuk memakmurkan rakyat. Karenanya, ini harus direfleksikan bersama.

“Setelah kabupaten ini terbentuk dengan syarat-syaratnya maka kita berharap tidak ada lagi ancaman, serangan dan rongrongan dari luar maupun dari dalam. Dari luar itu, batas wilayah kita tidak boleh lagi ada dari luar serang-serang kita di sini,” jelasnya.

Baca juga:  Lepas Ekspor Kakao Ransiki ke Eropa, Pj Sekda PB: Kita Punya Daya Saing

Menurut Ali Baham, semua harus dalam keadaan aman. Tidak boleh lagi ada dari dalam kemudian menghasut sehingga penyelenggaraan pemerintahan tidak bisa berjalan dengan baik.

“Ini pertama, berhubungan dengan keamanan,” katanya.

Kedua berhubungan dengan tertib. Yakni tertib administrasi dan hukum.

“Kalau ada masalah antar orang perorang maupun keluarga harus di proses secara tertib dan hukum, tidak boleh dengan cara-cara tidak tertib menurut hukum. Itu pentingnya, ada kepolisian, satpol, kejaksaan dan semuanya adalah supaya bagaimana masyarakat bisa tertib,” ucap Ali Baham.

Baca juga:  Dewan Adat Doberai PBD Kutuk Pembunuhan Kesya Yolla oleh Oknum TNI AL

Setelah keamanan, selanjutnya adalah kesejahteraan. Menurut Ali Baham, sejahtera ini erat kaitannya dengan fungsi pemerintah daerah.

Ini tanggung jawabnya sampai berjenjang hingga ke tingkat kampung. Semua bertanggung jawab menghadirkan kesejahteraan.

“Oleh karena itu, dari aspek pembangunan tentunya kita sudah bisa melihat perkembangan di sini baik dari bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan semuanya,” tutupnya. (LP10/red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...