Lakotani Ingatkan OPD Papua Barat: Jangan Ada SiLPA Lagi di 2025

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) agar serius memaksimalkan anggaran tahun ini. Dia menegaskan jangan sampai terjadi lagi sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA) besar seperti tahun sebelumnya.

“Tahun 2024 SiLPA cukup besar Rp132 miliar. Jangan sampai tahun ini sudah anggaran dipotong, SiLPA-nya besar lagi, ini jangan sampai terjadi,” ujarnya di Kantor Gubernur, Senin (29/9/2025).

Lakotani menilai tingginya SiLPA menjadi bukti ketidakmampuan OPD dalam menggunakan anggaran. Karena itu, dia menekankan agar anggaran 2025 digunakan secara maksimal untuk kepentingan pembangunan di Papua Barat.

Baca juga:  Empat Catar Akpol Asal Polda Papua Barat Dinyatakan Lolos Sidang Pantukhir Tingkat Pusat

“Jika kita mengikuti rapat secara nasional, kita melihat anggaran kita kurang. Namun, secara evaluasi menunjukkan bahwa dikasih anggaran besar juga tidak digunakan maksimal, masih tersisa SiLPA yang besar,” katanya.

Dia mengingatkan OPD dengan anggaran besar seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan agar tidak ragu mengoptimalkan penggunaannya. Menurutnya, anggaran besar harus berdampak langsung pada masyarakat.

Baca juga:  Lepas Satgas Yonif RK 136 ke Mayerga, Kasihiw: Lindungi Rakyat

“Saya lihat seperti Kepala Dinas Pendidikan sangat berhati-hati dalam penggunaan anggaran. Dia benar-benar melihat dasar hukum dalam menggunakan anggaran,” tutur Lakotani.

Lakotani menambahkan proyek dengan penunjukan langsung kepada kontraktor orang asli Papua (OAP) perlu dikawal ketat. Dia menegaskan agar program bisa dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan.

“Kita berharap agar di akhir tahun jangan ada SiLPA karena ini merugikan. Seharusnya anggaran itu dapat digunakan untuk pelayanan publik yang memberi stimulan kepada masyarakat, kita usahakan maksimal,” ucapnya.

Baca juga:  PSSI Dihukum FIFA Akibat Ujaran Kebencian: Denda Rp400 Juta-Pembatasan Penonton

Lakotani mengungkapkan serapan APBD induk 2025 hingga kini masih di bawah 50 persen. Dia menyebut kendala terbesar ada pada proses internal pemerintahan dan tarik-menarik dengan pihak ketiga dalam proyek penunjukan langsung bernilai di bawah Rp1 miliar.

“Saya belum tahu berapa secara persentase, namun masih di bawah 50 persen. Tadi saya sudah pertegas saat apel agar OPD memperhatikan dan memaksimalkan serapan anggaran,” jelasnya. (LP14/red)

 

Latest articles

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Bisa Diamati di Mana Saja?

0
JAKARTA, LinkPapua.id – BMKG menyebut Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia. Fenomena tersebut dapat disaksikan dari sejumlah wilayah...

More like this

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Bisa Diamati di Mana Saja?

JAKARTA, LinkPapua.id – BMKG menyebut Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tidak dapat...

Sekda Papua Barat Ingatkan ASN Jadikan Al-Qur’an Pedoman Kerja dan Hidup

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere mengingatkan Aparatur Sipil...

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...