MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Ketua (Waka) I DPRP Papua Barat Petrus Makbon mendesak program penyerapan tenaga kerja bagi 10 pilot Orang Asli Papua (OAP) dan penerbangan rute Manokwari-Fakfak pergi pulang (PP) menjadi prioritas dalam APBD Perubahan (APBD-P) Papua Barat 2026. Dia meminta kedua program tersebut mendapat penganggaran yang jelas agar dapat direalisasikan pemerintah daerah.
Makbon meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Papua Barat memastikan kedua program tersebut tidak hanya menjadi catatan dalam pandangan umum fraksi. Dia menekankan program itu harus diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran.
“Pak Kepala Dinas Perhubungan? Saya minta langsung kepada Kepala Dinas, untuk pilot OAP dan penerbangan Manokwari-Fakfak PP, harus wajib dalam perubahan APBD 2026,” ujar Makbon di tengah-tengah rapat paripurna DPRP Papua Barat dengan agenda penyampaian jawaban Gubernur Papua Barat atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRP di Aston Niu Hotel, Manokwari, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, dua program tersebut telah dicantumkan dalam pandangan umum fraksi. Namun, DPRP memberikan penekanan agar pemerintah daerah memastikan penganggaran yang jelas sehingga program tidak berhenti pada tataran wacana.
“Walaupun dua poin tersebut telah dicantumkan dalam pandangan umum fraksi, secara khusus saya tegaskan agar menjadi hal prioritas dan dianggarkan dengan jelas pada perubahan APBD 2026,” tekannya.
Makbon menilai program 10 pilot OAP berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) Papua. Sementara layanan penerbangan Manokwari-Fakfak berkaitan dengan kebutuhan konektivitas antardaerah.
Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere. Pimpinan organisasi perangkat daerah, unsur Forkopimda, serta pimpinan dan anggota DPRP Papua Barat juga hadir dalam sidang.
Penegasan Makbon mendapat respons dari peserta sidang. Saat dia kembali meminta kedua poin tersebut diprioritaskan, sorakan peserta sidang terdengar dan kemudian diikuti tepuk tangan.
“Ya, dua poin itu harus diprioritaskan,” ucapnya dan diikuti tepuk tangan peserta sidang. (LP14/red)
