Manokwari Usulkan Gunung Meja Jadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pariwisata mengusulkan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam Seminar Penelitian dan Pengembangan KSPN di Papua Barat, Simpul Manokwari – Manokwari Selatan (Mansel) – Pegunungan Arfak (Pegaf).

Kepala Dinas Pariwisata Manokwari, I Gede Wiradana mengatakan, sampai saat ini wilayah di Papua Barat yang telah masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional ialah Kabupaten Raja Ampat dan Teluk Cenderawasih.

Sementara, wilayah lain yang dinilai memiliki potensi namun tidak atau belum masuk dalam kebijakan kawasan strategis pariwisata, sebagaimana yang diprogramkan oleh Pemerintah Pusat masih dalam perencanaan guna diusulkan ke Pemerintah Pusat. Untuk itulah kajian maupun seminar tersebut dibuat.

“Dalam seminar ini, kami diundang untuk memberikan masukan, dan kami usulkan Gunung Meja. Itu akan menjadi museum terbuka dengan skala nasional karena selain merupakan wilayah konservasi juga banyak peninggalan bersejarah di sana,” kata Wiradana kepada Linkpapua.com di sela-sela seminar yang digelar di salah satu hotel berbintang di Manokwari, Kamis (3/6/2021).

Disisi lain, menurut Wiradana, pihaknya hingga kini masih merintis pengembangan Kawasan Pariwisata Nasional yang dikelola oleh pihak swasta, salah satu lokasi yang sementara dalam pengerjaan ialah Pantai Pasir Putih sebagai objek wisata alam.

“Untuk KPN kami lagi kembangkan Pantai Pasir Putih, itu dikerjakan swasta tetapi sementara ditangguhkan karena Pandemi Covid – 19. Sedangkan untuk KSPN yang kami usulkan cuma Gunung Meja saja, karena menurut kami itu yang strategis,” katanya.

TWA Gunung Meja merupakan kawasan hutan lindung (konservasi) yang dimiliki Manokwari. Konon, Gunung Meja pada jaman penjajahan (perang dunia II) adalah wilayah pertahanan Jepang dari serangan sekutu. Tidak hanya kaya akan nilai sejarah, gunung ini pun memiliki flora dan fauna yang beragam.

Dilansir dari Wikipedia.org, hutan Gunung Meja ditetapkan sebagai kawasan konservasi sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda. Gagasan itu berawal pada bulan Agustus 1953.

Pada saat itu, disepakati bahwa area hutan primer seluas 100 hektar dan hutan sekunder seluas 360 hektar termasuk jurang dan tebing-tebing karang yang ada, diusulkan sebagai hutan lindung dengan fungsi utama pengatur tata air (Hidrologi).

Pada 1980 Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Hutan Lindung Gunung Meja sebagai Kawasan Taman Wisata Gunung Meja, dengan luas 500 hektar berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian Nomor 19/Kpts/Um.1/1980.

Kemudian pada 1990, berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990, nama Taman Wisata Gunung Meja berubah menjadi Taman Wisata Alam Gunung Meja. (LP7/Red)

Latest articles

SMA Katolik Villanova Gelar SMAKVILL Cup, Wadah Bakat dan Sportivitas Pelajar...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – SMA Katolik Villanova Manokwari menggelar SMAKVILL Cup Basket 2026 sebagai wadah kompetisi dan pengembangan bakat olahraga pelajar di Manokwari, Papua Barat....

More like this

Pemkab Manokwari Luncurkan Pendidikan Gratis, Siapkan Anggaran Rp46 Miliar

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari meluncurkan program pendidikan gratis dengan total alokasi anggaran lebih dari...

Wabup Mugiyono: Jangan Sudah Tidak Apel, Tidak Kerja, Tapi Tuntut TPP Cepat

MANOKWARI, Linkpapua.id— Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Mugiyono memberikan teguran keras kepada Aparatur Sipil Negara...

Musim Panas hingga Oktober, Wabup Manokwari Ingatkan Warga Waspada Karhutla

MANOKWARI, Linkpapua.id- Wakil Bupati Manokwari Mugiyono mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan...