Musda III IAKMI Bahas Penguatan Papua Barat Sehat Lewat Digitalisasi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Program Papua Barat Sehat masih menghadapi tantangan, terutama stunting, penyakit menular, dan meningkatnya penyakit tidak menular. Kondisi ini menuntut penguatan perencanaan berbasis data dan pemanfaatan digitalisasi layanan kesehatan secara menyeluruh.

Isu penguatan program Papua Barat Sehat melalui pendekatan berbasis data dan digitalisasi tersebut dibahas dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Papua Barat 2026. Kegiatan ini digelar di Hotel Aston Niu, Manokwari, Kamis (29/1/2026).

“Papua Barat masih dihadapkan pada persoalan stunting, penyakit menular, dan penyakit tidak menular yang terus meningkat. Ini membutuhkan peran nyata organisasi profesi kesehatan masyarakat dalam mendukung kebijakan dan program pemerintah daerah,” ujar Ketua Pengurus Daerah IAKMI Papua Barat periode 2022–2025, Thomas O Saghawari.

Baca juga:  Wartawan Papua Barat Belajar AI, PWI Pusat: Jangan Kalah dari Mesin!

Thomas mengatakan Musda III menjadi forum evaluasi program kerja organisasi sekaligus konsolidasi internal. Forum ini juga menyiapkan kepengurusan baru periode 2026–2030 agar mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat ke depan.

Dia menegaskan arah pembangunan kesehatan Papua Barat sejalan dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPP). Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 yang menargetkan Papua Barat Sehat, Cerdas, dan Produktif pada 2041.

Selain itu, enam pilar transformasi kesehatan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menjadi pijakan peran IAKMI di daerah. Pilar tersebut menempatkan sistem kesehatan berbasis data sebagai fondasi pengambilan kebijakan.

Baca juga:  PWI Papua Barat : Waspada Modus “Tukang Peras” Ngaku Wartawan

“Organisasi profesi harus tahu berapa jumlah dan posisi tenaga kesehatan masyarakat di daerah. Pengurus daerah wajib memetakan kebutuhan dan menyiapkan peningkatan kapasitas anggotanya,” kata Ketua Majelis Keprofesian Kesehatan Masyarakat Indonesia sekaligus Wakil Kolegium Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ridwan M Thaha.

Ridwan menilai digitalisasi layanan kesehatan merupakan keniscayaan di seluruh level pelayanan, mulai dari primer hingga tersier. Menurutnya, sistem berbasis data akan memperkuat layanan promotif dan preventif, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Dia juga menyoroti pentingnya penguatan Cakupan Kesehatan Geografis (CKG) dalam perencanaan kesehatan daerah. Langkah ini dinilai penting agar penganggaran dan distribusi obat lebih tepat sasaran dan tidak timpang antarwilayah.

Baca juga:  Peringati HPSN, DLHP Papua Barat Akan Gelar Lomba TikTok hingga Konten Kreatif

Ketua Panitia Musda III IAKMI Papua Barat, Yenny Rumengan, mengatakan tantangan kesehatan masyarakat saat ini semakin kompleks. Menurutnya, penyelesaiannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat kabupaten dan kampung.

“IAKMI Papua Barat siap berada di garis terdepan dalam mendukung transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan hingga ke daerah,” ucapnya.

Adapun Musda diikuti peserta dari tujuh kabupaten di Papua Barat. Tiga pengurus cabang telah terbentuk di Manokwari, Fakfak, dan Kaimana, serta empat bakal cabang lainnya. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...