26.9 C
Manokwari
Sabtu, Maret 14, 2026
26.9 C
Manokwari
More

    Pandemi, produksi pertanian Papua Barat justru meningkat

    Published on

    Manokwari- Ditengah penyebaran wabah virus corona atau COVID-19 di Indonesia, produksi pertanian terutama pangan lokal di Provinsi Papua Barat dinilai mengalami peningkatan.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hoktikultura dan Perkebunan Papua Barat, Yacob Fonataba, Rabu (14/10) mengutarakan bahwa hingga saat belum ada daerah di provinsi ini yang melaporkan adanya kekurangan bahan makanan. Diharapkan hasil pertanian lokal mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

    “Justru, selama pandemi COVID-19 ini kita lihat spot-spot penjualan hasil pertanian bermunculan di mana-mana baik di Manokwari maupun daerah lain. Segala jenis produk pertanian ada di situ,” kata dia.

    Baca juga:  Sengkarut Tambang Emas Ilegal, DPR PB Tawarkan Pemkab Duduk Bersama

    Ia mengaku belum memperoleh data pasti terkait jumlah peningkatan hasil pertanian di provinsi ini. Munculnya spot-spot penjualan baru dinilai sebagai indikator bahwa petani Papua Barat tetap produktif selama COVID-19 melanda.

    “Di Manokwari kita pantau cukup banyak spot-spot penjualan baru di pinggir jalan. Ini menandakan bahwa produksi pertanian kita ada dan melimpah. Di pasar Wosi yang merupakan pasar sentral tradisional di Manokwari, saat ini masyarakat pun mulai berjualan di luar los yang disiapkan pemerintah,” katanya lagi.

    “Data resmi statistik pun menunjukkan bahwa di Papua Barat belum terjadi kelangkaan bahan makanan. Kita bersyukur, dan terus berupaya agar hal itu tidak terjadi,” katanya lagi.

    Baca juga:  Kapolda Papua Barat Isi Kuliah Umum di UNCRI: Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks!

    Fonataba pun bersyukur, saat pendemi COVID-19 yayasan Papua Muda Inspiratif mulai mengembangkan digital marketing dengan merangkul para petani dan pedagang lokal. Melalui sistem ini jual beli bahan pangan bisa lebih mudah dan aman.

    “Menurut saya, hikmah dari pandemi ini membuat masyarakat semakin kreatif dalam berjual beli. Di sisi lain perdagangan konvensional hasil pertanian pun justru meningkat,” sebutnya.

    Dia menjelaskan bahwa pada masa pendemi ini Pemprov Papua Barat sejak beberapa bulan lalu telah mendorong optimalisasi produksi pangan lokal. Melalui dana otonomi khusus dan sumber anggaran yang lain pihaknya memacu petani untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong sebagai media bercocok tanam.

    Baca juga:  Pekan Depan, DPR PB Panggil Tim Pemekaran Papua Barat Daya

    “Pandemi ini belum bisa diprediksi sampai kapan berakhir, maka saat itu bapak gubernur memerintahkan agar produksi pangan lokal digenjot. Sehingga ketika pasangan bahan pangan dari luar terganggu stok pangan kita tetap aman,” katanya lagi.

    Fonataba berharap, petani lokal di provinsi ini terus bekerja. Segala tanaman pertanian bisa kembangkan untuk mewujudkan kemandirian pangan di Papua Barat. (LPB1/red)

    Latest articles

    Pertamina Patra Niaga Tambah Kuota 1.3 Juta Liter Minyak Tanah di...

    0
    AMBON, Linkpapua.id-Memastikan ketersediaan minyak tanah bagi masyarakat jelang libur Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melakukan ekstra dropping penyaluran minyak tanah di beberapa...

    More like this

    Dishub Papua Barat Siagakan 3 Posko Mudik Lebaran Idulfitri 2026 di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Papua Barat menyiagakan tiga posko pelayanan utama di...

    Harga Cabai hingga Telur di Papua Barat Mulai Naik, Disperindag: Dalam Batas Normal

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Barat memantau adanya tren kenaikan...

    BKD Papua Barat Targetkan Pengangkatan CPNS-PPPK Tuntas Juni 2026

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua Barat menargetkan seluruh proses pengangkatan CPNS...