Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Rekan Korban Pembunuhan di Pantai Manokwari

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Polresta Manokwari, Papua Barat, tengah mendalami dugaan pelecehan seksual yang dialami rekan perempuan korban pembunuhan di Pantai Petrus Kafiar, berinisial SAP (15). Selain melakukan penganiayaan maut menggunakan balok kayu, pelaku diduga kuat sempat melakukan tindakan asusila terhadap saksi sebelum melarikan diri.

“Pelaku menendang kursi tempat korban duduk. Saat korban laki-laki bertanya, ‘Kakak, saya salah apa?’, pelaku langsung memukul menggunakan balok kayu. Ketika korban perempuan berteriak meminta pertolongan, pelaku juga memukul dan menendangnya. Korban perempuan juga mengaku sempat mengalami pelecehan, namun hal itu masih kami dalami,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir, Kamis (5/3/2026).

Baca juga:  Momentum HUT Bhayangkara, Polres Teluk Bintuni Ingin Makin Dekat Masyarakat

Pihak kepolisian masih menunggu kondisi psikis SAP pulih sepenuhnya untuk menggali keterangan lebih mendalam terkait dugaan pelecehan tersebut. Saat ini, siswi SMA tersebut masih dalam penanganan medis di rumah sakit karena mengalami trauma serta luka fisik akibat hantaman benda tumpul.

“Untuk penyebab kematian, berdasarkan hasil visum dari pihak rumah sakit kemungkinan besar leher korban patah. Rencana autopsi sebenarnya ada, namun keluarga korban tidak berkenan dilakukan autopsi karena menurut mereka penyebab kematian sudah jelas,” ungkap Agung.

Baca juga:  Eks Bendahara Dinas Dikbudpora Bintuni Jadi Tersangka-Ditahan Jaksa Kasus Dana Siswa Rp782 Juta

Berdasarkan hasil visum, rekan pria korban berinisial FR (18) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera patah leher yang fatal. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa balok kayu yang digunakan pelaku untuk menyerang kedua korban secara brutal.

Aksi ini terjadi saat kedua pelajar tersebut sedang duduk menunggu waktu berbuka puasa di pinggir pantai. Selain melakukan kekerasan dan pelecehan, pelaku juga dilaporkan menggasak harta benda milik korban berupa ponsel dan dompet.

Baca juga:  Festival Suling Tambur, Wabup Raja Ampat Janji Carikan Investor Kerajinan Tangan

“Pada prinsipnya pola pikir kriminal itu yang harus kita ubah. Jangan karena melihat kesempatan lalu muncul niat melakukan kejahatan. Mari kita jaga bersama ketertiban dan keamanan karena ketertiban itu juga tercipta dari kita semua sebagai masyarakat,” ucap Agung.

Pihak Polresta Manokwari mengaku telah mengantongi sejumlah identitas yang diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan serta perampokan ini. Tim buser saat ini sedang melakukan pengejaran intensif di lapangan untuk segera menangkap pelaku. (LP2/red)

Latest articles

Bupati Anisto Lantik 5 Pejabat Tinggi Teluk Bintuni, Ini Daftarnya

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy atau Anisto merombak kabinetnya dengan melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten...

More like this

Bupati Anisto Lantik 5 Pejabat Tinggi Teluk Bintuni, Ini Daftarnya

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy atau Anisto merombak kabinetnya dengan...

Dorong Perizinan Minol, Pemda Manokwari dan Forkopimda Bakal Tertibkan Penjual Minol Ilegal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari mengambil langkah tegas dalam menata peredaran Minuman Beralkohol...

Studi Tiru ke Bali-Jakarta, Phapeda Siap Benahi Sampah Bintuni

JAKARTA, LinkPapua.id - Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) melakukan studi tiru ke Bali...