MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Pesparawi Nasional XIV menegaskan pembiayaan tiket kepulangan kontingen ke daerah asal menjadi tanggung jawab masing-masing provinsi peserta. Panitia menyatakan ketentuan tersebut telah disosialisasikan sejak sebelum pelaksanaan kegiatan.
“Sejak awal kami sudah menyampaikan dan menyosialisasikan bahwa urusan tiket datang maupun pulang menjadi tanggung jawab masing-masing daerah,” ujar Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV Yacob S Fonataba di Kantor Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua Barat, Selasa (30/6/2026).
Penegasan itu disampaikan menyusul adanya pertanyaan mengenai kepulangan sejumlah kontingen usai seluruh rangkaian Pesparawi Nasional XIV di Manokwari berakhir. Panitia menyebut biaya transportasi menuju maupun kembali dari Manokwari bukan menjadi tanggung jawab penyelenggara.

Kendati demikian, panitia mengaku tetap berupaya membantu kelancaran transportasi peserta. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Yacob mengatakan panitia telah dua kali bertemu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pertemuan itu membawa surat resmi dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan untuk meminta dukungan transportasi udara dan laut bagi peserta.
Kemenhub juga memfasilitasi pertemuan panitia dengan sejumlah maskapai penerbangan dan PT Pelni. Pertemuan tersebut membahas dukungan transportasi bagi seluruh peserta Pesparawi.
Panitia menjelaskan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan anggaran kepada masing-masing provinsi peserta. Anggaran tersebut disebut telah mencakup komponen biaya transportasi.
“Dana yang diberikan kepada setiap LPPD sudah termasuk biaya transportasi. Karena itu, pembelian tiket untuk datang maupun kembali ke daerah asal menjadi kewenangan masing-masing LPPD,” tegasnya.
Di luar itu, Yacob mengeklaim Pesparawi Nasional XIV menghadirkan layanan transportasi lokal yang belum pernah diberikan pada pelaksanaan sebelumnya. Selama 11 hari kegiatan, seluruh kontingen difasilitasi kendaraan operasional untuk mendukung mobilitas menuju arena lomba dan lokasi kegiatan.
“Transportasi selama peserta berada di Manokwari sepenuhnya disiapkan panitia. Fasilitas seperti ini belum pernah ada pada Pesparawi sebelumnya. Namun jika terjadi keterlambatan tiket atau kendala pembiayaan kepulangan, itu menjadi tanggung jawab masing-masing daerah,” ucapnya. (LP14/red)









