Papua Barat dan Papua Barat Daya Kompak Inflasi di September, Ini Rinciannya

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua sama-sama mencatat inflasi pada September 2025. Papua Barat mencatat inflasi 1,02 persen, sementara Papua Barat Daya 1,30 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi year on year (y-on-y) Papua Barat sebesar 1,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,51. Hampir seluruh kelompok pengeluaran menjadi penyumbang kenaikan harga.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran,” tulis BPS dalam laporan resmi dikutip LinkLapua.id, Sabtu (4/10/2025).

Baca juga:  Pengangguran di Papua Barat Turun, Pekerja Sektor Formal Capai 118.615 Orang

Kenaikan harga tertinggi di Papua Barat berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,99 persen. Disusul kelompok restoran 4,07 persen, pendidikan 2,80 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 2,50 persen.

Sementara itu, kelompok yang mengalami penurunan adalah perlengkapan rumah tangga sebesar 1,15 persen dan transportasi sebesar 1,57 persen. Adapun inflasi month to month (m-to-m) Papua Barat pada September tercatat 0,97 persen dan year to date (y-to-d) 0,53 persen.

Baca juga:  Hadiri Penanaman Padi Serentak, Kapolres Mansel Siap Dukung Program Ketahanan Pangan

Berbeda tipis, Papua Barat Daya mencatat inflasi y-on-y sebesar 1,30 persen dengan IHK 107,04. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,49 persen dan terendah di Kota Sorong sebesar 0,83 persen.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,49 persen dengan IHK sebesar 111,25 dan inflasi terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 0,83 persen dengan IHK sebesar 106,79,” tulis BPS.

Baca juga:  Sah! DPR Papua Barat Tetapkan 3 Raperdasi

Penyumbang inflasi terbesar di Papua Barat Daya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,26 persen. Disusul kelompok restoran 2,84 persen, kesehatan 1,83 persen, serta transportasi 1,38 persen.

Sementara itu, penurunan harga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,35 persen serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,83 persen. BPS mencatat Papua Barat Daya justru mengalami deflasi m-to-m 0,11 persen, sedangkan inflasi y-to-d sebesar 1,60 persen. (*/red)

 

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...