Pemkab Manokwari Diminta Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh

Published on

MANOKWARI-Pemerintah Kabupaten Manokwari, diminta mengevaluasi sistem pembelajaran jarak jauh karena dinilai menimbulkan beban baru bagi warga yang mengalami dampak COVID-19.

Indonesia, bahkan hampir seluruh negara di dunia saat ini masih berperang melawan pandemi virus corona. Kondisi ini membawa ppengaruh pada penerapan sistem pendidikan, termasuk di Kabupaten Manokwari, Papua Barat

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada masa ini mengambil peran cukup besar terhadap kegiatan belajar mengajar baik di kota-kota besar maupun daerah yang baru berkembang.

Salah satu teknologi informasi yang ikut berperan dalam dunia pendidikan saat ini di Kabupaten Manokwari adalah pembelajaran Daring di tengah pendemi covid-19.

Pembelajaran sistem daring sendiri bertujuan sebagai penghubung antara pendidik dengan siswanya lewat jaringan internet yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Media daring yang digunakan adalah bermacam- macam,mulai dari WhatsApp, Google Classroom, Website.

Hal ini menjadi perhatian salah satu pemerhati pendidikan di Manokwari, Trisep Kambuaya. Trisep menilai sistem pembelajaran bersifat online ini dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, guru maupun peserta didik.

Baca juga:  1.237 Siswa di Teluk Bintuni Mulai Nikmati Makan Bergizi Gratis

“Dampak positif misalnya memicu percepatan transformasi pendidikan, banyak kursus online, kolaborasi orang tua dan guru untuk mendidik anak, membangun mental positif kepada anak, munculnya kreaktifitas tanpa batas, penerapan ilmu ditengah keluarga,” kata Trisep, Kamis (30/7).

Selain dampak positif, rupanya juga ada dampak negatif yang patut menjadi perhatian pemerintah baik daerah maupun pusat. Sistem belajar mengajar tidak efektif, banyak anak tidak terlayani dengan baik karena kuota internet menjadi salah satu masalah dan factor utama dalam pembelajaran daring.

Hal lain yakni sebagian besar orang tua dari anak-anak tidak memiliki handphone Android, sebagian besar orang tua siswa yang ekonominya terdampak pandemi covid-19 juga terbebani dan kesulitan dengan kuota internet.

“Misalnya kalau ada warga yang memiliki 2-3 anak, lalu semua harus menggunakan kuota internet. Sudah pasti dia sulit mendapatkan biaya untuk membeli kuota, karena makan dan biaya hidup lain saja sudah sulit,” ujarnya lagi.

Ia menyebutkan, jaringan internet di wilayah Manokwari belum tersedia secara merata. Hal pun akan menjadi persoalan baru anak-anak yang berada di wilayah terpencil.

Baca juga:  Honorer Soroti Polda PB, Dinilai Lambat Limpahkan Kasus Pemalsuan Dokumen CPNS

“Anak-anak di wilayah perkotaan saja sudah mengalami kesulitan. Apalagi mereka yang di wilayah terpencil atau distrik dan kampung,”tambah dia.

Dengan kondisi seperti ini, maka dinas pendidikan kabupaten Manokwari di minta untuk segera meninjau dan mengevaluasi kembali metode mengajar dari para guru yang tengah berlansung menggunakan sisitem daring.

Kambuaya berpandangan, Dinas pendidikan tidak bisa serta merta menerapkan sistem atau aturan yang di terapkan dari Jakarta untuk disamakan di daerah. Metode mengajar sistem daring jika berkenan digunakan pada sekolah-sekolah yang di anggap fasilitas memadai dengan orang tua yang benar-benar telah siap untuk membantu mengajar anak mereka di rumah, bahkan juga telah siap dari sisi kelengkapan fasilitas.

“Dibeberapa sekolah yang berada di sepanjang pinggir kota seperti, SD Inpres Diaspora Mulyono, Sekolah Dasar Segemey Amban, SD 02 dan SD 64 Amban, Sekolah Dasar 09 Anggori, Sekolah Dasar YPK Petrus Kafiar, Sekolah Dasar di kelurahan Sanggeng, Sekolah Dasar di wilayah Brawijaya & Kampung Ambon, sekolah Dasar di wilah Distrik Manokwari Timur, SD Inpres Kampung Inggramui, Sekolah yang berada wilayah distrik Manokwari Selatan, dan distrik Tanah Rubuh, Sekolah yang berada di wilayah Warpramasi, dan wilayah Pantura. Ini perlu dinas pendidkan mengambil kebijakan dengan membuka jadwal belajar mengajar di dalam gedung atau bisa juga dinas memfasilitasi untuk pemasangan tenda di luar halaman sekolah untuk proses belajar mengajar dengan memperhatikan aturan protocol covid-19,”ungkap dia.

Baca juga:  Warga Manokwari Heboh Lihat Wapres Gibran Main Bola

Dengan cara seperti ini Trisep yakin dapat membantu mengatasi atau memudahkan proses belajar mengajar bagi anak-anak atau orang tua yang tidak memiliki HP android atau kuota internet serta anak-anak yang tidak mendapatkan jaringan internet di wilayah kampung atau distrik terpencil di luar kota.

Setidaknya kebijakan ini bisa di terapkan minimal khusus untuk anak-anak Kelas 1 SD sampai Kelas 3 SD di Kabupaten Manokwari agar anak-anak yang tidak memiliki HP android dan sejenisnya atau orang tua yang memiliki hp android namun tidak memiliki kuota internet bisa dapat hadir mengantarkan anak mereka secara lansung untuk mengikuti proses belajar mengajar secara dekat di sekolah masing-masing.(*/LP3)

Latest articles

DPRP Papua Barat Tindak Lanjuti Dugaan Pencemaran Aktivitas Ekstraksi Akar Kuning...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat akan menindaklanjuti dugaan pencemaran lingkungan yang diduga berkaitan dengan aktivitas ekstraksi kayu akar kuning oleh PT SAPB di...

More like this

Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Bintuni Lancar, Wabup Beri Apresiasi

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Upacara penurunan bendera merah putih dalam rangka HUT ke-81 kemerdekaan...

Bupati Bintuni Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI, Ajak Warga Jaga Semangat Kebersamaan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy memimpin upacara peringatan HUT ke-81...

Wabup Bintuni Lepas 47 Kelompok Karnaval Budaya HUT Ke-81 RI, Ajak Rawat Keberagaman

 TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara melepas peserta karnaval...