Pencairan Dana Otsus Papua Barat Terancam Tertunda Imbas Laporan Belum Lengkap

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Proses pencairan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Barat tahun 2026 kini tengah terancam tertunda. Hal ini dipicu sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum menyetorkan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tahun 2025.

“Informasi dari Kepala BPKAD Papua Barat, Agus Nurrodi, masih ada beberapa OPD yang belum memasukkan laporan pertanggungjawaban Dana Otsus tahun 2025. Ini menjadi perhatian serius, karena jika belum lengkap, maka Dana Otsus belum bisa dicairkan,” ujar Asisten II Setda Papua Barat Melkias Werinussa saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur, Senin (2/2/2026).

Baca juga:  Musda III IAKMI Bahas Penguatan Papua Barat Sehat Lewat Digitalisasi

Masalah administrasi ini menjadi sorotan karena berdampak langsung pada stabilitas keuangan daerah. Pemerintah Provinsi Papua Barat memperingatkan bahwa keterlambatan ini tidak bisa dianggap remeh.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Bagikan 25 Kontainer Booth untuk Mama-Mama UKM di Pantura

“Hampir sebagian besar anggaran Pemerintah Provinsi Papua Barat bersumber dari Dana Otsus. Jika administrasi tidak segera dilengkapi, maka penyaluran anggaran dan pelaksanaan program pembangunan di Papua Barat akan terkendala,” tegasnya.

Dana Otsus sendiri merupakan tulang punggung APBD Papua Barat untuk mendanai sektor pendidikan hingga infrastruktur. Sebagian besar program pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua sangat bergantung pada kucuran dana tersebut.

Baca juga:  Noak Mandowen Minta Pengusaha OAP tak Terprovokasi Ikut Aksi 1 Juli

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana triliunan rupiah yang penyalurannya dilakukan secara bertahap. Namun, syarat utama pencairan tiap tahapannya adalah kelengkapan laporan dari setiap OPD penerima.

Werinussa pun menginstruksikan seluruh pimpinan OPD agar segera menyelesaikan sisa laporan yang belum masuk. Langkah cepat diperlukan agar pelaksanaan program pembangunan tahun berjalan tidak terganggu. (LP14/red)

Latest articles

Wamenpar Tinggalkan Jayawijaya Papua Pegunungan sebelum Penembakan FBLB Terjadi

0
JAYAWIJAYA, LinkPapua.id – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa telah meninggalkan Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, sebelum penembakan oleh...

More like this

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y)...