Pertamina Patra Niaga Ajak Murid PAUD di Laha Ambon Sulap Sampah Jadi Karya Ecoprint

Published on

AMBON, LinkPapua.id – Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura menggandeng PAUD Sadar Lingkungan untuk mengedukasi anak usia dini di Dusun Wailawa, Negeri Laha, Kota Ambon, Maluku. Kegiatan bertajuk Darling Recycle Creative Day ini menyulap limbah menjadi karya seni bernilai estetik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran lingkungan sejak dini serta mendorong PAUD Sadar Lingkungan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam mengimplementasikan edukasi daur ulang sampah secara kreatif, aplikatif, dan berkelanjutan,” ujar AFT Manager AFT Pattimura, Febri Nur Faizin, dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).

Baca juga:  Ekonomi Papua Barat Tumbuh Positif, 2024 dapat Jatah APBN Rp17,25 Triliun

Febri menegaskan program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pihaknya berupaya menanamkan kepedulian terhadap alam lewat metode yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Darling Recycle Creative Day tidak hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga mengasah motorik halus serta memperkuat interaksi positif antara anak dan orang tua melalui kegiatan kolaboratif,” jelas Kepala Sekolah PAUD Sadar Lingkungan, Santi Sainyakit.

Baca juga:  Membumikan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Papua Barat

Santi menjelaskan teknik yang diajarkan adalah ecoprint pounding atau teknik pukul menggunakan dedaunan dan bunga alami. Sebanyak 50 murid terlihat antusias memindahkan pigmen warna ke media kain perca menggunakan palu kayu.

“Kami membiasakan anak-anak untuk memilah dan mendaur ulang sampah dalam aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan,” ungkap guru PAUD setempat, Nilci Angelica.

Nilci menyebut kurikulum sekolah memang sengaja dirancang untuk menciptakan generasi yang cinta lingkungan secara berkelanjutan. Selain anak-anak, sebanyak 45 orang tua turut hadir mendampingi agar nilai-nilai daur ulang ini juga diterapkan di lingkungan rumah.

Baca juga:  Penyerahan LPPD Molor Lagi, Asisten II Pemprov PB Sentil Pimpinan OPD

“Pendekatan belajar langsung seperti ini membuat anak-anak lebih antusias dan mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan,” pungkas salah satu orang tua murid, Hasni Sidik.

Hasni mengapresiasi metode belajar di luar kelas yang dianggap lebih efektif dibandingkan sekadar teori. Kegiatan ini diakhiri dengan proses penguncian warna menggunakan larutan tawas agar karya seni buatan anak-anak tersebut tetap awet. (*/red)

Latest articles

Haryono May Minta Dinkes Manokwari Bangun Kerja Sama dengan RSU Kemenkes...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Ketua Fraksi Partai Golkar DPRK Manokwari, Haryono M K May, SE., M.E., mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari agar segera membangun kerja sama strategis...

More like this

Musrenbang Otsus dan RKPD Papua Barat 2027, Fokus Pemerataan Layanan Dasar-Penguatan Ekonomi Lokal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi...

Dominggus Buka Forum RKPD 2027 Papua Barat: Perencanaan Harus Realistis-Terarah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membuka forum perangkat daerah untuk penyusunan...

Pertamina Naikkan Harga Dexlite Jadi Rp26.600 di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pertamina resmi menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite...