MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia pelaksana Pesparawi Nasional XIV 2026 melakukan koordinasi dengan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Langkah ini diambil guna mematangkan persiapan teknis serta meminta arahan khusus agar Manokwari mampu memberikan performa terbaik sebagai tuan rumah ajang paduan suara gerejawi berskala nasional tersebut.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus melaporkan sejauh mana persiapan yang telah dilakukan panitia. Pesparawi Nasional XIV 2026 adalah event besar sehingga seluruh proses harus dipastikan berjalan matang dan terkoordinasi sejak awal,” ujar Ketua Umum Panitia, Ali Baham Temongmere, di Kantor Gubernur Papua Barat, Selasa (13/1/2026).
Ali Baham memimpin langsung jajaran inti panitia untuk memaparkan perkembangan terkini di meja gubernur. Pihaknya menyadari bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan pertaruhan nama baik Papua Barat di level nasional.
“Kami memohon petunjuk dan arahan Bapak Gubernur, terutama terkait langkah-langkah penting yang harus segera dilakukan agar Manokwari benar-benar siap menjadi tuan rumah yang baik dan berkesan bagi seluruh peserta dari Indonesia,” ungkapnya.
Saat ini, panitia tengah bekerja ekstra melakukan pemetaan kebutuhan logistik, mulai dari kesiapan lokasi lomba hingga mobilisasi ribuan peserta. Namun, intervensi kebijakan dari kepala daerah dinilai sangat krusial untuk menyinkronkan dukungan lintas sektor.
“Event ini bukan hanya tentang perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga tentang citra Papua Barat di mata nasional. Karena itu, persiapan tidak boleh setengah-setengah,” ucap Ali Baham.
Pihak panitia menekankan standar kesuksesan tidak hanya diukur dari kemegahan panggung, melainkan dari kenyamanan seluruh kontingen. Manokwari diproyeksikan menjadi kota yang ramah dan aman bagi seluruh delegasi dari berbagai penjuru tanah air.
Ajang bergengsi ini dijadwalkan akan menggetarkan Manokwari pada 20 hingga 26 Juni 2026 mendatang. Dengan koordinasi yang makin intens, Papua Barat optimistis mampu meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Indonesia melalui penyelenggaraan yang profesional. (LP14/red)
