Pokja BP3KOP Sebut Dana Otsus Papua Barat Belum Sentuh Faskes di Kampung/Distrik

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) di sektor kesehatan Papua Barat dinilai belum menyentuh fasilitas kesehatan (faskes) tingkat bawah secara maksimal. Padahal, mayoritas orang asli Papua (OAP) menetap di wilayah kampung dan distrik yang sangat membutuhkan layanan dasar.

“Kalau fokusnya untuk OAP, maka penguatan harus dimulai dari kampung dan distrik. Di sanalah mayoritas masyarakat OAP tinggal. Seharusnya dana Otsus benar-benar menyentuh tingkat bawah,” ujar anggota Pokja Kesehatan BP3KOP Papua Barat, dr Feliks Duwit, saat mengikuti rapat penguatan kapasitas dan kinerja Otsus di Hotel Aston Niu, Manokwari, Rabu (25/2/2026).

Baca juga:  Kejati Papua Barat Gelar In House Training, Beri Edukasi Perdata Bagi BUMN-BUMD

Feliks mengungkapkan bahwa dana Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat seharusnya diprioritaskan untuk penguatan layanan di akar rumput. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak puskesmas di daerah terpencil yang kondisinya memprihatinkan.

“Standar layanan kesehatan di puskesmas kampung dan distrik banyak yang belum terpenuhi. Kalau pun lengkap, biasanya hanya di puskesmas perkotaan,” katanya.

Dia menyoroti ketimpangan distribusi tenaga medis yang masih menumpuk di wilayah perkotaan saja. Menurutnya, standar minimal sembilan jenis tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama banyak yang belum terpenuhi di pelosok.

Baca juga:  Pj Sekda Yacob Fonataba Pastikan Fasilitas Rujab Gubernur-Wagub Siap Ditempati

“Masyarakat OAP di kampung masih memiliki tingkat pengetahuan hidup sehat yang rendah. Karena itu, penyediaan layanan kesehatan harus memastikan ada edukasi yang memadai agar kesadaran hidup sehat meningkat,” tegas Feliks.

Kurangnya edukasi dan promosi kesehatan yang berkelanjutan menjadi tantangan besar bagi masyarakat di kampung-kampung. Penguatan layanan kesehatan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik gedung semata.

Baca juga:  Anggaran Terbatas, Dinkes Teluk Wondama Minta Dana Otsus Beli Ambulans

Feliks berharap proses evaluasi pelaksanaan Otsus ke depan harus lebih tajam dalam mengukur dampak nyata di masyarakat. Penyerapan anggaran yang tinggi tidak akan berarti jika kualitas layanan di tingkat distrik masih rendah.

Pemerintah daerah diminta untuk merombak perencanaan anggaran agar lebih berpihak pada kebutuhan layanan kesehatan dasar bagi OAP. Hal ini krusial untuk memastikan semangat afirmasi Otsus benar-benar dirasakan oleh warga di pedalaman. (LP14/red)

Latest articles

Dandim 1801 Manokwari: Antusiasme Tinggi, Turnamen Domino HUT TNI ke-81 Pererat...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id- Antusiasme masyarakat mengikuti Turnamen Domino dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 yang digelar oleh Kodim 1801/Manokwari...

More like this

Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

PAPUA, linkpapua.id — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...