Prabowo Silaturahmi-Diskusi SBY, Jokowi, hingga JK di Istana, Bahas Dunia Tak Stabil

Published on

JAKARTA, LinkPapua.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi strategis bersama jajaran mantan presiden dan tokoh bangsa untuk merespons kondisi geopolitik dunia yang kian memanas. Pertemuan tertutup tersebut fokus membahas langkah antisipasi Indonesia dalam menghadapi ketidakstabilan tatanan global saat ini.

Pertemuan di Istana Merdeka tersebut berlangsung pada Selasa (4/3/2026) malam. Diskusi dimulai sejak pukul 19.30 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 23.15 WIB.

“Ketika tatanan dunia sudah tidak lagi efektif dan tidak ada lagi peluang kepada negara yang menjadi korban serangan militer untuk mengadu kepada siapa, karena PBB sudah tidak berperan, dan aturan atau rule based order hanya on paper dan memang tidak ada kekuatan pemaksa, apalagi kalau itu berkaitan dengan negara-negara besar,” ujar mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda.

Baca juga:  Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono Kunjungi PWI Pusat, Kenang Masa Lalu Saat Jadi Wartawan

“Karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut supply oil, minyak, dan gas. Nah, kita berhitung semua, apa efeknya terhadap kita, dari sisi itu saja,” lanjutnya.

Tokoh yang hadir antara lain Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), hingga Jusuf Kalla (JK) yang tiba sejak awal acara. Kehadiran para mantan pemimpin ini bertujuan memberikan masukan komprehensif terkait ancaman krisis energi global.

Baca juga:  Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara karena Abu Vulkanik, 33 Penerbangan Terdampak

“Itu juga akan besar, membesar, dan karena itu perang berlangsung lama. Ini persoalan atau dilema yang kita hadapi. Inilah dihadapi oleh banyak negara, bukan hanya kita sendiri. Karena itu presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini,” kata Hassan.

Suasana di dalam Istana dilaporkan sangat dinamis dengan adanya sesi tanya jawab yang mendalam. Seluruh pihak sepakat untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian dunia.

“Tapi juga sebelumnya kita tahu kesempatan briefing oleh presiden terhadap berbagai kelompok melalui pertemuan seperti ini, yang sifatnya briefing, kemudian dialog atau tanya jawab, dan selebihnya ya masing-masing kita mencoba memberikan kontribusi pemikiran. Dan presiden sangat terbuka untuk dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta,” lanjut Hassan.

Baca juga:  Golkar Papua Barat Patuh Dukung Prabowo Subianto Capres di Pemilu 2024

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga tampak hadir dalam pertemuan marathon tersebut. Bahlil menegaskan bahwa partai politik sangat memahami langkah cepat yang diambil oleh presiden.

“Prinsipnya adalah kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan oleh bapak presiden dan juga kesiapan-kesiapan, langkah-langkah untuk mengantisipasi ini. Semuanya ini kita lakukan dalam rangka bagaimana mendorong agar kejadian di global bisa kita antisipasi untuk mengamankan negara kita,” kata Bahlil. (*/red)

Latest articles

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI). Dalam...

More like this

Denny Indrayana cs Gugat Gibran di MK, Minta Presiden Ajukan 2 Wapres Baru

JAKARTA, LinkPapua.id – Denny Indrayana bersama sejumlah pihak mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

Menkop Ferry Targetkan 25 September Manajer KDKMP Mulai Masuk Kantor

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Menteri HAM Pigai Sebut Pemekaran Papua Bukan Matikan OPM, Malah Makin Parah

JAKARTA, LinkPapua.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku sejak awal menolak...