Presiden Toroama Proklamasikan Bougainville Lepas dari Papua Nugini di 2030

Published on

BOUGAINVILLE, LinkPapua.id – Presiden Bougainville Ishmael Toroama menetapkan wilayah otonom itu akan mengakhiri statusnya sebagai bagian dari Papua Nugini dan memproklamasikan kemerdekaan pada 2030. Pemerintah Bougainville juga menyiapkan masa transisi menuju pemerintahan sendiri mulai 2027.

“Posisi ini tidak didasarkan pada emosi atau kenyamanan. Ini didasarkan pada Perjanjian Perdamaian Bougainville, pada Bagian XIV Konstitusi Papua Nugini, dan pada komitmen dan perjanjian yang sungguh-sungguh telah membimbing perjalanan kita dan menjaga perdamaian hingga saat ini,” kata Ishmael Toroama dalam pernyataannya dikutip LinkPapua.id, Kamis (6/8/2026).

Toroama mengatakan keputusan tersebut berlandaskan Perjanjian Perdamaian Bougainville, Bagian XIV Konstitusi Papua Nugini, serta berbagai kesepakatan yang dicapai setelah referendum kemerdekaan. Menurutnya, seluruh proses itu menjadi dasar hukum bagi transisi menuju negara merdeka.

Baca juga:  Berkas Lengkap, Hanura 'PD' Raih Satu Fraksi di DPR Papua Barat

Dia menjelaskan Bougainville akan tetap berada dalam fase persiapan hingga 1 September 2027. Tahap tersebut difokuskan pada pembangunan institusi, tata kelola pemerintahan, perdamaian dan keamanan, serta kesiapan ekonomi.

Setelah 1 September 2027, Bougainville akan memasuki periode pemerintahan sendiri melalui pengambilalihan kewenangan tambahan berdasarkan Pasal 289 Konstitusi Papua New Guinea. Tahap itu menjadi bagian dari transisi sebelum deklarasi kemerdekaan.

Baca juga:  Bupati Mansel Serahkan Berkas Formasi ASN 2021 ke Kemenpan-RB

“Mulai tanggal 1 September 2027, Bougainville akan memasuki periode pemerintahan sendiri. Pemerintahan sendiri ini mewakili ekspresi otoritas kita yang paling lengkap, praktis, dan konstitusional di bawah kerangka kerja yang ada,” ujarnya.

Toroama menegaskan hasil referendum tetap menjadi landasan utama perjuangan politik Bougainville. Dia menyebut masyarakat telah menyampaikan pilihannya melalui mekanisme demokratis.

“Rakyat Bougainville berbicara dengan jelas dalam referendum. Mereka memilih kemerdekaan,” tuturnya.

Toroama mengatakan Bougainville telah menghormati proses perdamaian selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, dialog, konsultasi, dan saling menghormati menjadi dasar penyelesaian persoalan politik tanpa kekerasan.

Baca juga:  Nakhoda Kapal Asal Indonesia Tewas Ditembak di Papua Nugini, Mayat Dibawa Kabur

“Selama lebih dari dua dekade, Bougainville telah dengan setia menghormati baik isi maupun semangat perjanjian-perjanjian ini. Melalui dialog, konsultasi, dan saling menghormati, kami secara konsisten memilih jalan perdamaian,” ucapnya.

Toroama menambahkan kemerdekaan Bougainville akan diumumkan pada tanggal yang akan ditentukan pada 2030. Dia menegaskan status negara merdeka tersebut akan sesuai dengan hasil referendum yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Pada tanggal yang akan ditentukan pada tahun 2030, Bougainville akan memperoleh kemerdekaan sebagaimana didefinisikan selama referendum,” sebutnya. (*/red)

Latest articles

Realisasi TKD 72 Persen, Wabup Bintuni Minta OPD Tuntaskan Program

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menuntaskan program yang anggarannya telah tersedia. Permintaan...

More like this

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

22 TPA dan TPQ di Manokwari Disiapkan Ikuti FASI 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari mematangkan persiapan pelaksanaan...

Sambut HUT ke-81 TNI, Kodam XVIII/Kasuari Gelar Fun Run 5 Km, Tembus 4.000 Peserta

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodam...